Diposkan oleh nilla sari di 07:18 BAB 1
PENDAHULUHAN
• Sejarah Usaha Toko Kue Kristina
Usaha kue ini berdiri sejak tahun 1986 dan diberi nama Kristina, yang didirikan oleh suami istri yang bernama ibu Ratna dan bapak Chandra. Sejak usaha ini didirikan hingga sekarang telah beberapa kali mengalami kemunduran, tetapi hal tersebut tidak mengakibatkan usaha ini mengalami kebangkrutan. Berdirinya usaha ini tidak lepas dari adanya dukungan dari orang tua ibu Ratna, khususnya ibu dari ibu ratna yang mempunyai hobi memasak, sehingga ibu Ratna pun tertarik dalam bidang yang sama yaitu memasak. Selama memajukan usaha kue ini ibu Ratna sudah beberapa kali mengikuti kursus memasak selama 3 sampai 4 kali kursus memasak ditempat yang berbeda serta membuat variasi kue dengan menggunakan resep sendiri maupun peninggalan dari orang tua. Usaha kue ini berada di jalan raya Hankam Wisma Asri di daerah Pondok Gede.
• Tujuan Didirikan Usaha Toko Kue Kristina
Adapun tujuan didirikannya usaha kue ini adalah untuk mendapatkan keuntungan atau penghasilan bagi si pemilik usaha, untuk mengembangkan hobi yang dimiliki oleh pemiliknya, dan juga karena adanya peluang usaha didaerah tempat tinggalnya.
• Alasan Utama Dalam Membuka Usaha Toko Kue Kristina
Adapun alasan yang dimiliki oleh ibu Ratna dalam membuka usaha Toko Kue ini diantaranya:
a. Karena masakan orang tua dari ibu Ratna selalu enak, sehingga pemilik toko jadi tertarik dan juga hobby yang dimilki oleh pemilik toko.
b. Karena ibu Ratna mempunyai keinginan untuk membuka usaha makanan khususnya dalam hal kue.
BAB II
PEMBAHASAN
• Jenis Usaha
Dalam usaha ini Toko Kue Kristina menjual berbagai macam snack, nasi box, tumpeng, kue basah, dan aneka kue soes dan cake. Harga kue basah maupun kue soes rata-rata sebesar Rp. 3.000,00 sampai Rp.4.000,00
Macam – macam kue basah dan kue soes yang dijual antara lain :
1. Lemper/Semar mendem
2. Risoles Sayur
3. Pastel
4. Egg Roll/Risol Amerika
5. Soes Fla
6. Soes Coklat/Mocca
7. Soes Buah
8. Pie Buah
9. Dadar Pandan dan Dadar Fla Coklat
10. Pakis dan Arem-arem
11. Dadar Pisang Coklat, dll.
Adapun Unggulan atau favorit dari Toko Kue Kristina adalah Egg Roll, Arem-arem, Soes buah, Pastel, dan Lemper. Karena jenis makanan ini banyak diminati oleh pelanggan. Dibawah ini merupakan salah satu gambar dari kue-kue basah dan kue soes diantaranya:

• Modal Usaha
Modal usaha yang diperlukan dalam mendirikan Toko Kue Kristina yaitu :
a. Modal untuk pembelian bahan baku sebesar ± Rp. 500.000,00
b. Modal untuk pembelian peralatan sebesar ± Rp. 3.000.000,00.
Peralatan ini terdiri dari :
- Mixer
- Oven
- Penggorangan
- Kompor
- Panci, dll.
• Bahan-bahan yang Dibutuhkan Oleh Toko Kue Kristina
Adapun bahan baku yang digunakan diantaranya :
a. Ayam
b. Daging sapi
c. Sayur-sayuran yang terdiri dari kentang, wortel, kacang polong dll
d. Buah-buahan yang terdiri dari kiwi, chery, kelengkeng, mangga dll
e. Minyak goring
f. Gula pasir
g. Tepung terigu
h. Telor
i. Kelapa muda
j. Tahu
k. Garam, dll.
• Sumber Daya Manusia
Dalam Toko Kue Kristina mempunyai pegawai sebanyak 8 orang yang terdiri dari 7 orang wanita dan 1 orang pria.
Tugas dari para pegawai tersebut diantaranya
- 1 orang bagian memasak
- 6 orang bagian packing
- 1 orang bagian pengiriman kue.
Dalam pembagian upah pemilik tidak memandang bagiannya dalam bekerja, tetapi pemilik lebih melihat kepada lama meraka bekerja di toko kue tersebut dan keahlian memasaknya. Waktu kerja produksi dari jam setengah 4 sampai jam setengah 8, kalau ada pesanan banyak waktu produksinya bisa lebih lama.
• Profit yang Dihasilkan Toko Kue Kristina
Keuntungan yang diperoleh Toko Kue Kristina selama 1 bulan cukup memadai, karena usaha ini menggunakan sistem pemesanan dan juga membuka toko.
Dibawah ini merupakan simulasi keuntungan usaha Toko Kue Kristina:
Pendapatan Laba Kotor Rp. 30.000.00,00 sampai Rp. 40.000.000,00
Pengeluaran yang terdiri dari:
- Bahan baku/bulan Rp. 8.500.000,00
- Tenaga kerja/bulan untuk 8 orang Rp. 5.800.000,00
- Sewa toko/bulan utuk 2 toko Rp. 1.000.000,00
Jadi total pengeluaran Rp. 15.300.000,00
Keuntungan Bersih sebesar Rp. 35.000.000,00 – Rp. 15.300.000,00 = Rp. 19.700.000,00
Jadi keuntungan bersih yang diperoleh oleh Ibu Ratna sebesar Rp. 24.700.000,00 keuntungan ini tidak dapat diperoleh setiap bulannya karena penjualan setiap bulan berbeda-beda kadang tinggi, kadang rendah jadi tidak dapat dipastikan.
• Pemasaran Toko Kue Kristina
Adapun pemasaran yang dilakukan oleh Toko Kue Kristina ini yaitu:
1. Dengan cara membuka toko sebanyak 2 toko yang terdiri dari:
- Toko yang dibuka didaerah Lotasera (Bulog)
- Toko yang dibuka di daerah Jalan Raya Hankam Wisma Asri (Pondok Gede) Disini pemilik menempatkan 4 orang pegawai masing-masing toko terdiri dari 2 orang pegawai dan memasukkan kue sebanyak 60 macam kue untuk masing-masing toko. Toko kue ini buka dari jam 8 sampai jam 6 sore.
2. Dengan cara menerima pesanan kue dalam partai besar maupun dalam partai kecil
Pesanan ini biasanya untuk acara ulang tahun, pernikahan, sunatan, gereja, dll. Dalam hal pesanan sistem yang digunakan yaitu jika yang memesan kue itu orang lama maka pemesan hanya menelpon si pemilik, sedangkan jika pemesan itu orang baru maka orang tersebut harus memberikan uang muka kurang lebih 50%.
3. Dengan cara memasukkan kue buatan Toko Kue Kristina ke toko yang berada di dalam mall-mall. Pada keterangan ini bagi pembeli kue diberikan potongan harga sebesar 10%-15% dari harga yang sewajarnya serta kalau kue yang di taruh tidak habis langsung dikembalikan ke Toko Kue Kristina, dengan demikian toko ini menggunakan sistem Konsinyasi.
4. Dengan cara dimasukkan ke dalam rumah sakit haji, khususnya di kantin. Toko Kue Kristina ini memasukkan kue sebanyak 120 buah, karena di tempat itu lebih rame. Pada keterangan ini Toko Kristina masih tetap menggunkan sistem konsinyasi.
5. Serta dengan cara membagikan brosur Toko Kue Kristina ke pelanggan serta dari mulut ke mulut.
• Peralatan Yang Digunakan Dalam Usaha Toko Kue ini
Dalam kegiatan produksinya Toko Kue Kristina membutuhkan peralatan diantaranya:
1. Kompor
2. penggorengan
3. Panci
4. Mixer
5. Oven Listrik dan oven Kompor
6. Cetakan kue dan cetakan agar-agar
7. Ember
8. Gunting
9. Sendok dan Garpu
10. Tempat Kue, dll.
• Peluang Usaha
Kalau menurut kelompok kami peluang usaha pada Kue Kristina ini akan lebih berkembang dan lebih maju karena Toko Kue Kristina ini menjual bermacam-macam kue yang mempunyai ciri khas tersendiri serta rasanya enak dan bisa bersaing dengan toko-toko kue yang terkenal lainnya. Serta Toko Kue Kristina ini suka membuat sensari baru dengan cara menawarkan macam-macam kue yang dibuat oleh ibu Ratna sendiri. Dalam melakukan pemesanan dapat dilakukan dengan cara menelpon langsung pemilik kue sehinnga tidak perlu datang ke tempat usaha maupun tempat produksi dan juga jika yang memesan orang lama maka pemesan tidak perlu membayar uang muka.
• Persaingan Usaha
Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, pemilik toko kue ini tidak takut bersaing dengan usaha toko kue yang lain. Karena pemilik toko yakin kue yang diproduksinya mempunyai rasa yang khas dibandingkan dengan toko kue lainnya serta selalu memberikan sensasi-sensasi baru dengan membuat kue dengan resep baru dan tidak menggunakan bahan-bahan pengawet. Dan dalam toko kue Kristina ini pemilik selalu menerima kritik dan saran dari pelanggan yang berfungsi untuk dapat lebih mengembangkan usaha toko kue ini.
• Lokasi Usaha
Kalau menurut kelompok kami lokasi usaha yang didirikan oleh Toko Kue Kristina ini sudah strategis karena dekat jalan, sehingga banyak orang yang melihat toko itu. Serta pelanggan toko kue ini bisa membeli kue yang disukai dengan mudah dan cepat.
BAB III
KESIMPULAN
Toko Kue Kristina ini menjual berbagai macam kue basah, kue soes serta tumpeng dan nasi box. Toko Kue ini selalu memberikan inovasi kue-kue basah dan rasa yang baru sehingga para pelanggan tidak akan bosan karena kue yang dijual banyak variasinya. Toko ini juga menyediakan banyak macam-macam kue yang bisa diperjualkan kembali, jika ada yang berminat toko kue ini memberikan potongan harga sekitar 10% sampai 15% dari harga seharusnya serta jika kue tersebut tidak habis terjual maka pembeli boleh mengembalikan kue tersebut kepada pemilik toko, atau pemilik toko biasa menyebut dengan sistem konsinyasi.
Dengan sistem ini pemilik toko tidak takut mengalami kerugian karena hal tersebut masih bisa diatasi. Dan jika kue yang dibuat oleh pemilik toko tidak habis terjual maka kue tersebut dibagikan ke tetangga terdekat atau saudara-saudara ibu Ratna.
HOME INDUSTRI
TALASSA
"PERUSAHAAN KRIPIK TALAS LOKAL GO INTERNET"
A. Profil Usaha
Talassa adalah perusahaan rumahan atau home industri yang memproduksi, mendistribusikan, dan menawarkan produk berupa kripik talas. Kata Talassa sendiri diambil dari kata talas, yang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian. Profil perusahaan home Industri ini sebagai berikut:
· Pemilik Perusahaan: Abdus Solihin
· Alamat Perusahaan: RT. 03 RW. 06 Dusun Krajan desa Sebaung kecamatan Gending kabupaten Probolinggo
· Karyawan: 5 orang
· Telp: +6285258184400
· Website: www.talassa.indonetwork.co.id
· Email: talassa@yahoo.co.id
· Jenis Perusahaan: Home industri makanan ringan
· Produk: Kripik Talas
· Harga: Rp. 2500, 00 / ons/ bungkus dan pembelian secara kolektif dengan minimal pembelian 1 kg akan mendapat bonus uang kembali Rp. 5000, 00 dan berlaku kelipatannya
B. Visi dan Misi
Visi: Menjadi perusahaan penghasil Kripik Talas yang bermutu secara kualitatif dan kuantitatif, mandiri, menguasai dan mencapai target pasar, dan dikenal secara luas oleh masyarakat.
Misi:
· Melakukan klasifikasi dan penyaringan bahan produksi
· Meningkatkan kualitas SDM karyawan dengan monitoring, sugesti, penstimulus, dan leadership yang dibutuhkan
· Mendesain kemasan dan penampilan produk semenarik mungkin
· Permodalan usaha secara mandiri
· Marketing atau teknik penawaran yang maksimal dengan teknik financial dan marketing revolution yang dibagi menjadi dalam skala kecil dan dalam skala besar
· Promosi lewat pembentukan citra terhadap publik, publisitas merek kemasan, iklan online internet gratis, dan brosur tempel
C. Sejarah Perusahaan
Home industri talassa didirikan oleh Abdus Solihin, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Timur pada tanggal 7 Agustus 2008. Berawal dari keisengan untuk berinvestasi dan coba-coba, Abdus yang saat itu mendapat beasiswa PPA merekrut beberapa tetangga dan teman-temannya yang tidak bisa melanjutkan pendidikan lebih lanjut untuk bekerja sama. Dari modal beasiswa dan kenalan inilah usaha home industri Talassa berhasil didirikan. Bermodalkan Rp. 350.000, 00 dan Rp. 150.000, 00 sebagai antisipasi managemen resiko, Talassa mulai diperkenalkan kemasyarakat sekitar.
Pada awal berdiri, Talassa memiliki dua orang karyawan, yaitu Dewi dan Slamet, dua orang yang pada awalnya belum memiliki pekerjaan. Abdus sebagai pemilik modal tidak menerapkan sistem bagi hasil disini, akan tetapi system gaji dengan kepercayaan penuh pada Dewi yang ditunjuk sebagai bendahara sekaligus skretaris perusahaan. Sedangkan Selamet sebagai sales dan distributor.
Dengan keyakinan dan usaha memaksimalkan metode pemasaran, TalassaRp.195.000, 00 hingga Rp. 2.970.000, 00 per bulan! yang pada awalnya hanya mempunyai dua orang karyawan, sekarang telah memiliki lima orang karyawan hanya dalam jangka waktu empat bulan dan dapat menghasilkan keuntungan bersih(setelah dipotong gaji karyawan, biaya produksi, dsb) dengan range keuntungan
D. Uraian Produk
Talassa adalah merek dagang dari kripik talas yang merupakan produk home industri yang bebas pengawet dan diolah secara alami dan tradisional di Probolinggo. Talassa dikemas secara menarik per ons hanya dengan harga Rp. 2500, 00 perbungkusnya. Akan tetapi, pembelian secara kolektif dengan minimal pembelian 1 kg, akan mendapat bonus uang kembali Rp. 5000, 00 dan berlaku kelipatannya.
Talassa memiliki rasa yang renyah, empuk, dan sedap karena dipadu oleh bumbu rempah-rempah tradisional non bahan pengawet dan non bahan kimia lainnya. Selain itu, talassa selalu memberkan garansi agen ‘seminggu tak laku, buang kripik, uang kembali’. Jadi, Talassa tidak mengenal kata melempem. Sehingga konsumen tak perlu khawatir, karena Talassa selalu up-to date.
Talassa terbuat dari talas pilihan. Berbagai jenis talas terdapat di Indonesia, seperti talas sutera, talas bentul, talas ketan, talas paris, talas loma, talas pandan, dan talas lampung. Di sini juga dapat dijumpai talas mentega atau talas gambir atau talas hideung. Perlu diketahui, selain talas-talas yang telah disebutkan di atas, juga terdapat talas yang bisaanya tidak dikonsumsi karena rasanya tidak enak atau gatal, seperti talas bolang. Selain itu, juga talas sente yang lebih sering digunakan untuk pajangan, sedangkan daunnya lebih banyak dipakai untuk makanan ikan. Sedangkan talas yang banyak dipergunakan untuk membuat kripik ini adalah talas bentul yang rasa umbinya enak dan pulen ini, sangat cocok bila digoreng atau dibuat keripik dan hasil panennya banyak.
Di samping dikonsumsi sebagai makanan ringan, camilan, atau makanan tambahan, kripik talas ini juga mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini dikarenakan talas yang merupakan cikal bakal kripik Talassa, mengandung karbohidrat tinggi, protein, lemak, dan vitamin, bahkan tanaman ini juga mengandung asam perusi atau asam biru.
E. Strategi Usaha
Perusahaan home industri ini sekarang telah memiliki lima orang karyawan dengan sistem lima hari kerja. Perusahaan ini tidak menerapkan sistem bagi hasil seperti kebanyakan home industri lainnya, akan tetapi menggunakan sistem gaji dan bonus bagi karyawan. Penjelasannya sebagai berikut:
Sistem gaji diberikan pada 2 orang karyawan bagian pengolahan produk, seperti penggorengan, belanja bahan, dan pembungkusan. Masing-masing karyawan bagian pengolahan produk ini digaji Rp. 15.000, 00/ hari dengan rata-rata hasil produksi keripik Talassa 9-13 kg perhari atau 90-130 bungkus perhari.
Sistem bonus dan tambahan uang transport tanpa gaji diberikan pada 2 orang karyawan bagian distributor atau sales. Uang transport per hari Rp. 7.500,00 diberikan sebagai insentif dalam mendistribusikan Talassa. Dan insentif bonus akan didapatkan oleh distributor atau sales sebesar Rp. 300, 00 per bungkus kripik laku.
Sistem Gaji dan bonus diberikan pada karyawan yang ditunjuk dan dipercaya sebagai ketua pelaksana usaha yang juga merangkap sebagai sekretaris dan bendahara anggaran belanja dan pendapatan dan sekaligus sebagai tenaga pembantu. Gaji diberikan sebesar Rp. 15.000, 00 dan insentif bonus sebesar 20% dari penghasilan bersih pemilik usaha untuk karyawan ini.
Sedangkan untuk strategi pemilihan bahan baku produk dan pengolahannya, pemilik usaha menyerahkan sepenuhnya pada karyawan yang ditunjuk dan dipercaya sebagai ketua pelaksana usaha.
F. Strategi Pemasaran dan Penawaran/Marketing
Pokok yang paling penting dalam bisnis dan dunia usaha bukanlah produk, bukan pula jasa, dan bukan Mr. Hitech, akan tetapi pokok paling penting dalam bisnis adalah Marketing atau Penawaran. Oleh karena itu, strategi penawaran adalah hal yang sangat fundamental disini. Trategi pemasaran yang dilakukan:
· Untuk skala besar, dilakukan pemasangan iklan secara gratis di internet dengan mendaftarkan perusahaan ‘secara gratis’ pula di indonetwork, sebuah perusahaan jasa provider account penawaran online. Iklan ini bukan sekedar iklan, karena dengan demikian berarti perusahaan telah memiliki alamat website sendiri yang bisa dipergunakan untuk Promosi, publisitas, bahkan personal selling door to door secara maya. Sehingga bisa menjangkau khalayak yang lebih luas dan informasi yang lebih detail pada konsumen. Alamat website Talassa adalah: www.talassa.indonetwork.co.id.
· Melakukan publisitas dengan melakukan hal gila positif dan persuasif. Misalnya, ketika diadakan pemilihan kepala desa di desa sebaung kecamatan gending kabupaten probolinggo, tempat perusahaan ini berada. Talassa tak segan-segan memberikan sponsor dengan memberikan secara cuma-cuma 20 bungkus talassa yang ditaruh dimimbar tempat para kandidat mengikuti rangkaian acara pemilihan. Dan kebetulan salah seorang kandidat memang masih tetangga pemilik talassa. Talassa dengan bungkus khasnya yang berwarna keperakan itupun dinikmati oleh para kandidat. Pas saat itulah wartawan lokal mengambil foto para kandidat. Alhasil, Koran lokal Radar Bromo yang dibawah naungan Jawa Pos mempublikasikan foto para kandidat yang sedang menikmati Talassa walaupun pemberitaannya tidak secara langsung mengenai talassa, akan tetapi minimal warga sedesa telah mengenal talassa yang juga dinikmati pimpinan mereka.
· Melakukan pendekatan intrapersonal dengan pemilik toko dan agen-agen penjualan.
· Melakukan monitoring pasar dengan pembuatan target MAP, yaitu pemetaan target penjualan berdasar tingkat kesejahteraan calon konsumen, daya tarik yang mungkin terhadap mereka, kuantitas produk yang tersebar, dan sebagainya.
· Menanamkan opini publik yang positif terhadap talassa dengan pembuatan beberapa brosur temple yang disebar dibeberapa toko tempat talassa dijual. Opini public ini bisa bersifat edukatif, intertainmen dan sebagainya.
G. Analisa Persaingan
Untuk saat ini, persaingan dalam pemasaran makanan ringan tidak begitu mencolok dan menghawatirkan target penjualan. Karena makanan ringan merupakan jenis usaha komoditi yang memiliki target pasar yang relatif luas. Apalagi jenis kripik talas dalam kemasan yang cantik tidak begitu banyak, walaupun ada harganya akan lebih mahal. Sehingga analisa persaingan untuk sementara hanya dilihat secara kondisional.
H. Data Keuangan
Perusahaan ini rata-rata dapat memproduksi talassa antara 7 hingga 10 kilogrram per hari, yang berarti 70 hingga 130 bungkus per-hari. Dari kalkulasi kotor (Perhitungan pendapatan yang belum memperhitungkan biaya keluar) maka didapat Rp. 175.000, 00 hingga Rp. 325.000, 00 per hari.
Sedangkan Pengeluaran biaya produksi perhari yang dibutuhkan adalah:
| Pengeluaran (perhari)
| Besar Pengeluaran |
| Gaji 3 karyawan | Rp. 45.000, 00 |
| Insentif Transport 2 sales | Rp. 15.000, 00 |
| Insentif barang laku untuk sales @ Rp. 300, 00 | Rp. 21.000, 00 hingga Rp. 39.000, 00 |
| Insentif ketua pelaksana usaha 20% penghasilan | Rp. 28.000, 00 hingga Rp. 37.700, 00 |
| 7-13 kg Talas, @ Rp. 1500, 00 | Rp. 10.500, 00 hingga Rp. 19.500, 00 |
| 2-4 kg Minyak Goreng, @ Rp. 7000, 00 | Rp. 14.000, 00 hingga Rp. 28.000, 00 |
| Bungkus kover Talassa @ Rp. 130, 00 | Rp. 10.000, 00 hingga Rp. 17.000, 00 |
| Minyak tanah | Rp. 15.000, 00 |
| Bumbu dan rempah-rempah | Rp. 10.000, 00 |
| Jumlah Total Pengeluaran (Perhari) | Rp. 168.500, 00 hingga Rp. 226.000, 00 |
Sehingga keuntungan bersih yang bisa diperoleh pemilik Perusahaan ini rata-rata adalah sekitar Rp. 6500, 00 hingga Rp. 99.000, 00 per hari atau setara dengan Rp.195.000, 00 hingga Rp. 2.970.000, 00 per bulan!
Ingat, tugas pemilik perusahaan disini hanya memantau perkembangan perusahaan dan memberikan solusi managemen untuk meningkatkan produk dan pemasaran, tidak perlu bekerja keras. Bahkan pemilik perusahaan bias sebagaimana mahasiswa lain yang tidak menaungi satupun perusahaan, santai.
I. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan kedepan yang menjadi harapan pemilik usaha adalah:
· Mengembangkan usaha Talassa di ruang lingkup yang lebih luas dengan memperluas pemasaran dan mendirikan cabang di beberapa daerah dan kota
· Melengkapi peralatan dan perlengkapan produksi dengan teknologi yang lebih efisiensi waktu dan lebih ekonomis
· Merekrut karyawan untuk meningkatkan produksi dan target penjualan, dan diharapkan juga bisa mengurangi pengangguran
· Melakukan lebih banyak lagi publisitas dan promosi
· Bisa menjadi motor penggerak usaha kecil menengah dan pioneer seperti Tum Desem Waringin
J. Penutup
Demikian makalah kewirausahaan ini. Semoga makalah tentang perusahaan Talassa ini dapat memberikan manfaat, motifasi, dan gambaran mengenai kewirausahaan. Pengusaha adalah orang yang berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan keputusan itu, Salam Dahsyat!!!
Nama : Dwi Ayu Ningsih
NPM : 14609070
Kelas : 2SA01
NAMA USAHA : MIE AYAM RAINBOW
LATAR BELAKANG :
Didasari dengan kebiasaan yang gemar memasak dan mempraktekkan berbagai resep masakan serta pengalaman menikmati berbagai kuliner diluar rumah sehingga terinspirasi untuk membuka usaha. Pada saat perasaan “bosan jadi pegawai” terlintas dipikiran kami, semakin kuat pula inspirasi membuka suatu usaha dimana usahanya bisa membuat orang suka dan mendatangkan uang nantinya. Hal ini dikuatkan dengan adanya respon positif pada setiap makanan yang kami buat dan sajikan untuk acara keluarga, teman, dan kerabat lainnya. Kemundian muncul dibenak kami untuk berjualan Mie Ayam Rainbow dengan alas an karena:
Mie ayam adalah makanan pilihan kedua setelah nasi.
Masih sedikit yang berjualan mie ayam sehat semacam ini.
Semua orang suka makan mie untuk itu, sekalian saja kami membuat mereka makan mie namun tetap sehat.
TUJUAN:
Menyajikan menu mie ayam dan menu lainnya dengan beberapa macam varian warna (bukan pewarna), rasa, dan minuman dengan cita rasa dan kemasan lain daripada yang lain, karena terbuat dari aneka sari buah-buahan. Keunggulan produksi mie kami terletak pada tekstur yang lembut dengan jenis tepung berprotein yang tinggi dan diolah menjadi berbagai macam warna. Mie tanpa bahan pewarna, pengawet dan pengenyal. Jika anda ingin mencoba mie ayam yang berbeda daripada yang lain maka kami bisa merekomendasikan Mie Ayam Rainbow sebagai alternatif pilihan, karena mie nya terbuat dengan campuran jus sayuran seperti jus wortel, bayam ungu, brokoli, dsb. Semua diolah sendiri dari bahan baku segar, terbaik, dan tentunya halal di konsumsi.
LUARAN YANG DIHARAPKAN:
Semua usaha yang diiringi dengan niat baik pasti akan menghasilkan yang baik pula.
Masyarakat menyukai Mie Ayam Rainbow kami.
Dapat selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan pelanggan.
Dapat mengembangkan usaha ini di tempat lain (buka cabang).
Semoga masyarakat berkenan dating untuk mencicipi mie ayam Rainbow kami yang tentu saja sudah kami uji rasanya.
Masyarakat puas dengan inovasi baru mie ayam kami dan datang kembali.
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA:
Lokasi yang mudah ditempuh dari mana saja membuat lokasi ini sangat strategis. Terletak di jalan Ahmad Yani, Bekasi dari terminal Bekasi langsung ke Ahmad Yani kira-kira 10-15 menit dengan menaiki angkutan umum 05A jurusan Kranji dan sebelum perempatan Ahmad Yani, mie ayam Rainbow berada disebelah kiri jalan anda.
Mie Ayam Rainbow yang berada di jalan Ahmad Yani ini menyajikan sajian aneka mie dengan varian warna, rasa dan sehat tentunya. Dijamin saat anda melihat Mie Ayam Rainbow saja sudah menelan air liur anda. Warnanya yang ungu, hijau, kuning, merah, dan orange sudah mengambil posisi tersendiri dibenak anda dan mencium aroma mie nya yang menggoda maka secara otomatis membangkitkan selera makan anda.
Modal
Untuk membuka usaha makanan seperti ini modal yang dibutuhkan lumayan cukup besar, akan tetapi tergantung dari jenis usaha yang akan dibuat apakah bentuk bisnis yang besar atau bisnis yang untuk kalangan bawah. Misalnya dengan menggunakan gerobak keliling. Untuk usaha yang kami buat ini membutuhkan modal sekitar Rp. 25.000.000. dengan modal sebesar itu dapat membeli perlengkapan memasak, peralatan makan seperti piring, garpu, sumpit, serta alat-alat perlengkapan lainnya. Selain itu dengan modal besar ini kita juga dapat membayar untuk penyewaan tempat dan biaya-biaya lainnya.
Pemilihan Tempat
Dalam hal ini tempat harus yang letaknya strategis sehingga bisnis ini dapat berkembang dengan baik.
Pemilihan Karyawan
Dalam pemilihan karyawan harus benar-benar seseorang yang ahli dalam hal memasak karena kalau tidak nanti makanan kita akan kurang enak sehingga hal ini dapat menyebabkan bisnis kita merugi karena banyaknya pengunjung yang tidak suka dan akhirnya bisnis kita ini dapat menjadi bangkrut.
Promosi
Promosi dapat dilakukan dengan cara menyebarkan brosur ke masyarakat disekitar tempat jualan kita. Bila perlu dengan adanya promosi harga yang lebih murah dari harga normalnya untuk menarik perhatian masyarakat.
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT
Konsumsi mie di Indonesia memiliki pasar yang luas karena Indonesia adalah negara pengkonsumsi mie nomor 2 di dunia setelah China.
Berikut Daftar Menu dan Harga “MIE AYAM RAINBOW”
Mie Rainbow Yellow Rp. 11.000
Mie berprotein tinggi terbuat dari sari jagung alami yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sayuran sawi, daun bawang dan kuah kari yang kental dan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Orange Rp. 12.000
Mie berprotein tinggi dengan tekstur lembut terbuat dari sari-sari wortel yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sayuran sawi, daun bawang, irisan cabai hijau dengan kuah kari yang kental dan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Complete Rp. 10.000
Mie berprotein tinggi berwarna hijau yang terbuat dari sari sawi segar yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sayuran sawi, taburan daun bawang dengan siraman kuah kari kental dan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Green Rp. 13.000
Mie berprotein tinggi berwarna hijau yang terbuat dari sayuran brokoli yang disajikan dengan campuran irisan ayam kampung, sayuran sawi, jamur, daun bawang dengan kuah kari yang lezat dilengkapi dengan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Purple Rp. 14.000
Mie berprotein tinggi berwarna ungu yang terbuat dari sari bayam ungu yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sawi, jamur, bakso, irisan daun bawang, kuah kari kental dan kerupuk pangsit.
TUGAS KEWIRAUSAHAAN
MARKETING PLAN PERUSAHAAN “BANDENG VAGANZA”
INDAH RUFIATI
1. Analisis situasi (SWOT)
Perusahaan “Bandeng Vaganza” adalah perusahaan makanan yang memproduksi aneka produk makanan dari ikan bandeng (Chanos chanos). Perusahaan “Bandeng Vaganza” awalnya berdiri di Semarang sejak tahun 2000. Seiring dengan kenaikan omzet, perusahaan “Bandeng Vaganza” berencana memperluas pemasaran ke Yogyakarta. Deskripsi perusahaan “Bandeng Vaganza” adalah sebagai berikut :
Kondisi Internal
Kekuatan (Strength)
Perusahaan “Bandeng Vaganza” sangat sukses dan terkenal di Semarang. Lokasi perusahaan “Bandeng Vaganza” yang berada di kawasan pusat perbelanjaan Semarang juga sangat mendukung kemajuan perusahaan ini. Perusahaan “Bandeng Vaganza” mempunyai produk makanan bermutu dengan cita rasa yang khas. Produk yang tersedia antara lain adalah bandeng tanpa duri, bandeng teriyaki, bandeng presto, dan perkedel bandeng. Konsep perusahaan “Bandeng Vaganza” adalah memanjakan konsumen dengan aneka produk makanan dari ikan bandeng yang dapat dipilih sesuai selera konsumen.
Keunggulan produk “Bandeng Vaganza” adalah bahan baku yang berasal dari tempat penghasil bandeng yang baik dan tidak berbau tanah, yaitu dari daerah Juwana, Pati. Bahan baku tersebut dapat diperoleh dengan mudah karena telah mempunyai pemasok tetap.
Yogyakarta merupakan kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Perluasan pemasaran produk “Bandeng Vaganza” ke Yogyakarta diharapkan dapat merebut market share di sektor kuliner. Selain itu, perizinan untuk mendirikan suatu usaha di Yogyakarta juga termasuk mudah.
Manajemen SDM (Sumberdaya Manusia) perusahaan “Bandeng Vaganza” terdiri dari manajer, bagian keuangan, bagian produksi, serta karyawan yang memiliki skill dan etos kerja yang bagus.
Dana yang digunakan untuk memperluas pemasaran berasal dari sebagian omzet yang telah diperoleh selama perusahaan “Bandeng Vaganza” beroperasi di Semarang.
Sarana dan prasarana untuk memperlancar perluasan pemasaran memakai fasilitas yang telah ada di perusahaan Semarang.
Kelemahan (Weakness)
Pemasok tetap apabila mengalami kegagalan panen maka akan berimbas pada proses produksi.
Harga yang ditawarkan oleh perusahaan “Bandeng Vaganza” masih relatif mahal untuk masyarakat Yogyakarta.
Kondisi Eksternal
Peluang (Opportunity)
Sebagai salah satu kota tujuan pariwisata, Yogyakarta merupakan peluang yang bagus untuk mendirikan bisnis pusat oleh-oleh.
Di Yogyakarta belum banyak ditemukan perusahaan yang mengkhususkan dalam memproduksi aneka olahan ikan bandeng, jadi ini merupakan peluang baik untuk memasarkan produk.
Perusahaan “Bandeng Vaganza” memiliki pemasok tetap yang mendukung eksistensi perusahaan. Hal ini jarang dimilki oleh perusahaan yang lain.
Konsumen yang terdapat di Yogyakarta terdiri dari berbagai kalangan, yaitu keluarga, wisatawan, serta pelajar.
Perusahan “Bandeng Vaganza” mempunyai produk yang istimewa sehingga diharapkan dapat menarik konsumen, sehingga produk “Bandeng Vaganza” dapat menggantikan produk-produk yang telah ada sebelumnya.
Pemerintah mengadakan program yang mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi protein ikan, jadi ini peluang yang baik untuk dimanfaatkan “Bandeng Vaganza” dalam memasarkan produk yang sesuai dengan program pemerintah.
Ancaman (Treat)
Masyarakat Yogyakarta memiliki tingkat konsumsi ikan perkapita rendah, jadi ini adalah salah satu hal yang mungkin dapat menghambat proses pemasaran produk “Bandeng Vaganza” pada awalnya.
Yogyakarta adalah salah satu kota pelajar, dan pelajar cenderung memilih produk makanan yang lebih terjangkau daripada produk hasil perikanan yang relative lebih mahal.
Produk makanan yang semakin berkembang mempunyai kemungkinan untuk mengganti produk “Bandeng Vaganza” di waktu yang akan datang.
Produk “Bandeng Vaganza” yang telah sukses mungkin akan membuat perusahaan lain yang akn meniru dan mengekor perusahaan “Bandeng vaganza”
Konsumen yang loyal terhadap produk lama mungkin akan memerlukan waktu untuk memilih berpaling ke produk “Bandeng Vaganza”.
2. Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)
• Meningkatkan kesadaran konsumen akan keberadaan produk (barang) dan/atau jasa yang ditawarkan perusahaan “Bandeng Vaganza” di kalangan khalayak atau pasar sasaran di Yogyakarta.
• Menimbulkan kepuasan bagi konsumen terhadap produk maupun pleyanan perusahaan “Bandeng Vaganza” sehingga konsumen akan melakukan pembelian ulang yang akan menimbulkan pemasaran produk tersebut mencapai sasaran.
• Memperluas penguasaan market share di Yogyakarta.
• Menjadi market leader dalam produk makanan dari ikan.
3. Strategi Inti (Core Strategy)
1. Product
Produk terdiri dari bandeng tanpa duri, bandeng teriyaki, bandeng presto, dan perkedel bandeng. Semua produk diolah dari bahan baku bermutu, ditangani secara higienis dan diolah dengan bumbu khusus sehingga menghasilkan aneka produk makanan dari ikan bandeng yang lezat, bergizi, dan tahan lama. Produk “Bandeng Vaganza” mempunyai kandungan protein dan omega 3 yang sangat berguna bagi tubuh. Semua produk dikemas dengan baik supaya tampilannya dari luar meyakinkan dan menarik konsumen untuk membeli. Packing yang bagus juga dapat menjadi nilai plus produk “Bandeng Vaganza” dari aspek prestise. Konsumen membeli produk dengan tujuan untuk memuasakan needs dan wants nya, jadi dengan membeli produk “Bandeng Vaganza”, konsumen tidak hanya mendapatkan makanan yang bergizi untuk dikonsumsi, tetapi konsumen juga mendapatkan sesuatu yang lain, yaitu berupa prestise yang mencerminkan gaya hidup (life style).
No. Jenis Produk Spesifikasi Harga@kemasan Target Market
1. Bandeng tanpa duri Ikan bandeng dibersihkan durinya, lalu diolah supaya berteksur crispy. Rp.35.000,- Masyarakat middle-up, wisatawan.
2. Bandeng teriyaki Ikan bandeng diolah dengan bumbu teriyaki. Rp.15.000,- Masyarakat umum, pelajar, wisatawan.
3. Bandeng presto Ikan bandeng diolah dengan tekanan dan suhu tertentu secara vakum. Rp.30.000,- Masarakat middle-up, wisatawan.
4. Perkedel bandeng Daging ikan bandeng dihaluskan, dicampur dengan tepung dan bumbu. Rp.5.000,- Masyarakat middle-low, pelajar.
2. Price
Harga setiap produk berbeda, sesuai dengan spesifikasi masing-masing. Harga yang bervariasi merupakan bentuk market segmentation. Harga yang diesuaikan dengan target pasar adalah strategi untuk mendapatkan perhatian dari konsumen dengan berbagai latar belakang status sosial dan ekonomi.
Produk dengan harga tinggi adalah produk yang dipasarka untuk orang kaya. Juga perusahaan “Bandeng Vaganza” mengharapkan laba yang besar.
Produk dengan harga rendah (penetration price) adalah produk yang dipasarkan dengan tujuan untuk meneroboskan produk masuk pasar.
3. Promotion
Perusahaan “Bandeng Vaganza” akan memperkenalkan produk melalui bantuan media. Media yang dipakai adalah berupa pamflet atau katalog yang berisi daftar aneka produk dengan spesifikasi dan keunggulan masing-masing yang disebarkan ke konsumen di beberapa tempat strategis yang menjadi sasaran pemasaran. Media promosi yang lain adalah dengan mengiklankan produk di televisi lokal supaya target pemasaran di Yogyakarta dapat dicapai. Promosi juga akan dilakukan oleh “Bandeng Vaganza” dengan membuat billboard di tempat-tempat yang strategis, sehingga orang dapat melihat berulang-ulang dan menjadi tertarik untuk mencoba. Perusahaan “Bandeng Vaganza” juga menggunakan public relation atau publicity untuk memberikan citra yang baik dari masyarakat terhadap perusahaan dengan mengundang wartawan untuk berkunjung ke perusahaan dan memberikan wawancara supaya berita-berita perusahaan dimuat di media massa tanpa pembayaran. Selanjutnya, promosi diharapkan berasal dari konsumen yang merasa puas sehingga menyebarkan info produk dari mulut ke mulut.
Tujuan dari periklanan (advertising objectives) produk “Bandeng Vaganza” adalah untuk memberi informasi kepada konsumen tentang produk yang dipasarkan, serta membujuk konsumen bahwa produk “Bandeng Vaganza” menawarkan mutu terbaik bagi uang yang akan mereka keluarkan untuk membelinya.
4. Place
Pada awalnya perusahaan “Bandeng Vaganza” akan berlokasi di pusat kota Yogyakarta. Selanjutnya akan mendistribusikan produk ke pusat-pusat perbelanjaan dan tempat-tempat pariwisata. Distribusi dilakukan sebaik mungkin supaya konsumen merasa dekat dengan produk “Bandeng Vaganza” serta dapat menemukannya dengan mudah.
5. Custumer Satisfaction
Perusahaan “Bandeng Vaganza” akan mengutamakan pelanggan untuk menjaga kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan. Untuk mewujudkan perusahaan “Bandeng Vaganza” melakukan integrated marketing, yaitu keterpaduan diantara para karyawan dan manajer secara bersama-sama memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen.
Pemilik perusahaan akan membenahi dan mendidik para karyawan agar semua mempunyai arah, sikap, sasaran untuk memuaskan konsumen.
6. Innovative
Perusahaan “Bandeng Vagnza” akan membuat inovasi-inovasi baru dengan melakukan riset tentang keinginan konsumen yang selalu berubah. Inovasi yang dilakukan juga termasuk dengan mengembangkan produk untuk mencegah kebosanan konsumen. Dalam mengembangkan produk harus ada ide yang disaring dan dikembangkan untuk membuat produk percobaan yang akan diuji di pasar. Apabila inovasi dan pengembangan produk tersebut berhasil dipasarkan, maka produk akan diproduksi dalam jumlah banyak.
7. Market Intelligent
Perusahaan “Bandeng Vaganza” mengumpulkan berbagai informasi pemasaran. Perusahaan harus mempunyai data yang merupakan system informasi pemasaran yang sangat dibutuhkan oleh bagian pemasaran. Sistem informasi merupakan kegiatan orang-orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi secara tepat dan akurat untuk digunakan sebagai pertimbanagn untuk mengambil keputusan pemasaran.
Informasi pemasaran dapat diperoleh dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan.
Perusahaan “Bandeng vaganza” akan melakukan intelijen pasar dengan mencari informasi dari surat kabar, majalah bisnis, internet, wawancara dengan konsumen, pemasok, serta mengamati kegiatan yang dilakukan oleh pesaing, dan sebagainya.
4. Jadwal Pelaksanaan (Action Plan)
No. Mulai Selesai Kegiatan Penanggung Jawab Keterangan
1. 12 Mei 2008 19 Mei 2008 Survey lokasi dan riset pemasaran. Manajer Mencari lokasi strategis dan berpotensi sebagai lokasi usaha untuk memperluas pemasaran produk.
2. 20 Mei 2008 25 Mei 2008 Negosiasi harga sewa lokasi dan bangunan. Manajer dan Bagian keuangan Menego harga yang sesuai dengan lokasi yang disewa
3. 25 mei 2008 26 Mei 2008 Pembayaran sewa Bagian keuangan Membayar sewa selama jangka satu tahun kedepan
4. 27 Mei 2008 27 Juni 2008 Pemugaran Manajer dan bagian keuangan Mempersiapkan lokasi supaya menjadi tempat yang representatif untuk memperluas pemasaran.
6. 5 juli 2008 7 Juli 2008 Launching produk Bagian pemasaran Memperkenalkan produk Bandeng Vaganza kepada target pemasaran dengan berbagai teknik promosi.
7. 10 Juli 2008 Penjualan produk Bagian pemasaran Mulai menjual produk “Bandeng Vagnza”
5. Anggaran Pemasaran (Marketing Budget)
No. Kegiatan Budget
1. Survey lokasi dan riset pemasaran Transport=Rp.500.000,-
Akomodasi+Konsumsi=Rp.150.000,-/hari X 7 hari=Rp.1.050.000,-
2. Negosiasi harga sewa lokasi dan bangunan Transport=Rp.100.000,-
Akomodasi+konsumsi sehari=Rp.200.000,-
3. Pembayaran Sewa setahun=Rp.30.000.000,-
4. Pemugaran Desain Interior=Rp.15.000.000,-
6. Launching produk dengan berbagai teknik promosi Rp. 10.000.000,-
7. Lain-lain Rp.1.500.000,-
6. Kontrol (Control)
Melakukan pengawasan dengan membaca laporan-laporan tertulis dari pelaksanaan ataupun hasil observasi. Apabila ditemukan penyimpangan atau kendala dalam pelaksanaan, maka akan diambil tindakan perbaikan.