Rabu, 22 Juni 2011

analisis kreit bank


Analisa Kredit Bank Umum

ANALISA KREDIT BANK UMUM
Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Oleh Kalangan Pelaku Usaha UMKM (Mikro, Kecil & Menegah)
Sebelum Mengajukan Permohonan Kredit/Pembiayaan Kepada Bank Umum
Bagi Bapak/Ibu/Sdr para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akan mengajukan pinjaman kredit/pembiayaan kepada bank, baik itu untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun modal investasi, sangat perlu mengetahui apa dan bagaimana cara kerja bank melakukan analisa kredit terhadap proposal yang diajukan.
Perlu disadari bahwa bagi bank umum konvensional maupun bank umum syariah, kredit/pembiayaan merupakan sumber utama penghasilan mereka, sekaligus sumber risiko operasi bisnis terbesar. Apabila kegiatan analisa kredit dilakukan secara baik dan benar, maka dikemudian hari akan terhindar dari risiko kredit macet atau kredit bermasalah debitur.
Dalam prakteknya, sebagian besar dana operasional bank diputarkan dalam bentuk kredit/pembiayaan. Hal ini tergambar dari tingkat/angka LDR (loan to deposit ratio) istilah untuk bank konven atau FDR (financing to deposit ratio) untuk istilah bank syariah. Tingkat LDR bank umum konvesional berkisar antara 40 % s/d 70% sedangkan FDR bank umum syariah rata-rata diatas 100%. LDR atau FDR menggambarkan jumlah kredit/pembiayaan yang disalurkan bank kembali ke masyarakat dibandingkan dengan tingkat simpanan yang diterima dari masyarakat. Semakin besar tingkat LDR atau FDR berarti semakin banyak dana yang disalurkan kembali ke masyarakat dari dana yang terkumpul di bank (tabungan, deposito, rekening koran/giro). Dan sebaliknya semakin kecil tingkat LDR atau FDR berarti semakin sedikit dana yang kembali ke masyarakat (sektor usaha) atau bank menyimpannya dalam bentuk lain (surat berharga, sertifikat, surat utang negara, dll). Pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia sangat berkepentingan agar tingkat LDR atau FDR berada dalam kisaran wajar, supaya masyarakat dan sektor usaha (UMKM) memperoleh sumber permodalan dari bank.
Sebagian besar sumber dana operasional bank berasal dari simpanan deposito dan tabungan nasabah. Oleh karena itu, keberhasilan atau kegagalan bank mengelola kredit (bank konvensional) atau pembiayaan (bank syariah) akan berpengaruh terhadap nasib uang milik banyak nasabah (deposito/tabungan).
Sepintas menyalurkan kredit adalah suatu pekerjaan yang mudah bagi bank, hampir semua orang/ lembaga keuangan bank dan non bank bisa melakukannya. Tetapi harus dilakukan secara baik dan benar melalui analisa kredit, agar terhindar dari kredit/pembiayaan yang macet dan bermasalah. Apabila pengembalian tidak lancar alias kredit macet atau bermasalah maka sangat dibutuhkan keahlian, pengalaman, waktu dan biaya yang cukup besar untuk menyelesaikannya. Kredit/pembiayaan macet dalam jumlah besar dapat mengganggu sendi kehidupan ekonomi, serta menurunkan kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap profesionalisme pengelolaan bisnis perbankan nasional.
Analisa kredit atau analisa pembiayaan yang dilakukan secara profesional dapat berperan sebagai saringan awal yang penting untuk menjaga bank agar tidak terjerumus kedalam kasus kredit bermasalah dan/atau kredit macet.
Tulisan ini secara ringkas mencoba menggambarkan kegiatan analisa kredit yang dilakukan bank umum sebagai bahan informasi bagi Bapak/Ibu/Sdr pelaku UMKM, bahwa betapa pentingnya analisa kredit dilakukan oleh suatu bank. Dengan mengetahui informasi ini, diharapkan pelaku UMKM dapat mempersiapkan rencana usaha yang matang sebelum diajukan kepada bank umum konvensional maupun bank umum syariah. Dengan demikian, proposal yang yang diajukan pelaku UMKM akan sesuai dengan standar analisa kredit bank dan lebih penting lagi dana kredit yang diterima UMKM dapat dipergunakan secara optimal, memberikan keuntungan serta mampu dikembalikan tepat waktu dan tepat jumlah.
Untuk memenuhi keinginan sederhana diatas, saya akan mencoba bahas beberapa poin di bawah ini yang berhubungan dengan pengetahuan analisa kredit oleh bank umum, yaitu sebagai berikut :
Å Peranan Bank Dalam Masyarakat
Å Ruang Lingkup Analisa Kredit
Å Analisa Pasar dan Pemasaran Hasil Produksi UMKM
Å Analisa Kondisi Keuangan Calon Debitur (UMKM)
Å Analisa Manajemen Pelaku UMKM
Å Analisa Kredit Investasi
Å Analisa Kredit Perorangan
Å Jaminan Kredit
Å Pedoman Dan Contoh Menyusun Laporan Analisa Kredit UMUM
Å Contoh Laporan Analisa Kredit UMKM

Jumat, 10 Juni 2011

jalan cinta

jupiter

tugas manajemen keuangan

MATA KULIAH : MANAJEMEN KEUANGAN II
TUGAS II
1.A. TAHUN 2008 :
Merger :  Bank Lippo dan Bank Niaga melakukan merger
Merger Niaga dan Lippo merupakan dampak dari diterapkannya aturan kepemilikan tunggal (single presence policy/spp) yang ditetapkan Bank Indonesia. Ketentuan SPP mewajibkan kepemilikan tunggal bagi pemegang saham pengendali di lebih dari satu bank. oleh karena itu, Khazanah Berhad selaku pemilik Bank Niaga dan Lippo memutuskan untuk melakukan merger. Sebelum merger, Khazanah memiliki 93% saham bank Lippo melalui Santubong Investment BV dan Greatville Pte Ltd. Sedangkan di Bank Niaga sebesar 62,41% melalui CIMB Group penyedia jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia milik Bumiputera-Commerce Holding Berhad (BCHB). Proses merger diperkirakan menelan dana sebesar Rp 1,112 triliun yang akan diambil dari dana internal CIMB, dengan perincian pengeluaran, 30 persen akan dikeluarkan pada 2008, pada 2009 dialokasikan 38% dan sisanya akan dikeluarkan pada 2010.
Selain itu merger ke 2 bank ini mempunyai motivasi untuk menjadi bank internasional dan dapat memenuhi modal minimum yang telah ditetapkan yaitu 50 T.
1.B. TAHUN 2008 :

Akuisisi : Sun Life Akuisisi Asuransi Jiwa Pada 2008

PT Sun Life Financial Indonesia Tbk mengakuisisi perusahan asuransi jiwa untuk mendukung perkembangan bisnisnya guna semakin memperkokoh posisinya dalam pangsa pasar asuransi di Indonesia. "Ini strategi bisnis kami untuk menjadi lima besar dimanapun kami beroperasi di tahun 2012," Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indoensia, Barry Halpern, dalam siaran persnya, Jumat. Ia menambahkan, selain dengan melakukan akuisisi, pihaknya juga akan meperkuat jalur distribusi pada 2008 ini.  "kami berencana untuk memperluas kehadiran kami di 2 hingga 3 kota lain di Indoensia dan menambah agen menjadi lebih dari 4000 agen," katanya. Saat ini, menurut dia, baru 32 kota yang telah dirambah oleh pihaknya. Selain itu, ia menambahkan, pihaknya akan memperbanyak jaringan kerjasama dengan berbagi mitra termasuk perbankan untuk mengembangkan bisnis bancassurance dan juga unit-linked. Ia juga menyatakan, pihaknya siap menggarap asuransi syariah serta aset manajemen. Hal ini karena, menurut dia, kedua pasar tersebut terus meningkat dari tahun-ke tahun. Sun Life saat ini tengah meluncurkan dua produk unit linked baru, yaitu "briliance xtra aggresive" dan "briliance xtra dynamic" yang masing-masing berbasis di reksadana saham dan campuran.
1.C. TAHUN 2008 :
Konsolidasi : MEDC 2008 medco konsolidasi
Berencana akan mengembangkan bisnis di sektor energi nonmigas yaitu batubara atau batubara melalui Medco Mining dan Medco Agro.Saat ini perseroan tengah menjajaki untuk mengakuisisi beberapa kuasa pertambangan di Kalimantan, Sumatera dan Papua. Perseroan menyiapkan US$50 juta untuk pengembangan tahap awal. Sementara kebutuhan dana investasi secara keseluruhan dalam 3 tahun kedepan untuk pengembangan 7 proyek utama, perseroan membutuhkan sekitar US$1.3M.

2.A. TAHUN 2009 :

Merger : Bentoel dan BAT Indonesia merger.

PT Bentoel International Investama Tbk. dan PT BAT Indonesia telah menandatangani rencana penggabungan yang mengatur syarat-syarat mengenai penggabungan usaha yang telah diajukan oleh kedua perusahaan.

British American Tobacco Group pada Juni 2009 mengakuisisi 85,13 persem saham Bentoel dan kemudian melakukan penawaran tender kepada masyarakat untuk sisa saham Bentoel.

Penawaran diselesaikan pada Agustus 2000 dan British American Tobacco berhasil meningkatkan kepemilikan sahamnya di Bentoel menjadi 99,74 persen. British American Tobacco juga memiliki saham di BAT Indonesia sekitar 79 persen.

Setelah dilakukan penawaran tender dari Bentoel, suatu penilaian strategis dilakukan untuk menilai cara-cara yang dapat diambil untuk melakukan sinergi usaha yang mungkin ada antara Bentoel dan BAT Indonesia. Setelah dilakukan penilaian ini, Direksi dan Dewan Komisaris Bentoel dan BAT Indonesia mempunyai suatu pemahaman yang sama bahwa rencana merger antara Bentoel dan BAT Indonesia akan memberikan suatu kesempatan yang menarik untuk menggabungkan kekuatan kedua perusahaan.
“Rencana penggabungan ini kami harap dapat memberi keuntungan lebih kepada para pemegang saham kedua perusahaan yang akan melakukan penggabungan,” kata Nicolaas dalam siaran pers yang diterima Tempo di Jakarta hari ini.

2.B. TAHUN 2009 :
Akuisisi : Unileveler Plc telah mengakuisisi bisnis perawatan tubuh Sara Lee senilai 1.275 miliar euro atau US$1,87 miliar.
Akuisisi ini akan memperkuat posisi perusahaan asal Belanda tersebut di produk perawatan kulit dan deodoran. "Merek-merek SAra Lee telah dikenal kuat oleh konsumen sehingga menawarkan potensi pertumbuhan yang signifikan dan sangat pasar dengan bisnis Unilever saat ini," urai Paul.  Merek-merek Sara Lee yang diakuisisi Unilever menghasilkan penjualanlebih dari 750 juta euro. Adapun laba sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasinya mencapai 128 juta euro. Unilever saat ini sudah menguasai merek-merek terkenal seperti Lux, Dove, dan Sunsilk. [*/san/cms]
2.C. TAHUN 2009 :
Konsolidasi :  Konsolidasi PT Indika Energy Tbk (INDY)2009
VIVAnews - PT Indika Energy Tbk (INDY) berharap kontribusi pendapatan PT Petrosea Tbk (PTRO) mampu mendongkrak pendapatan konsolidasi perusahaan pada 2009 menjadi US$ 300-400 juta.

Hal itu disebabkan oleh potensi konsolidasi seluruh pendapatan Petrosea terhadap kinerja keuangan konsolidasi perusahaan.

"Mungkin (pendapatan) bisa US$ 300-400 juta," kata Direktur Indika Energy Azis Armand usai konferensi pers perusahaan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu 17 Juni 2009.

Azis menambahkan, sepanjang 2009, Indika menargetkan pendapatan konsolidasi tanpa Petrosea sebesar US$ 170-180 juta. Sementara itu, pendapatan Petrosea berpeluang mencapai US$ 200 juta. Pada 2008, pendapatan Petrosea tercatat US$ 206 juta.

Meski demikian, konsolidasi pendapatan baru akan dilakukan setelah proses akuisisi rampung pada 30 Juni 2009. Saat itu, seluruh pendapatan Petrosea akan dikonsolidasi ke Indika.

"Kapan akuisisi benar-benar terjadi akan menjadi waktu mulai diakuinya pendapatan dalam buku Indika," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya siap melaksanakan penawaran 18,05 persen saham publik (tender offer) setelah akuisisi rampung. Indika telah menyiapkan dana kas internal sekitar US$ 18 juta.

Direktur Utama Indika Energy M Arsjad Rasjid menambahkan, harga akuisisi akan mempertimbangkan harga tertinggi saat akuisisi rampung. Perusahaan akan mengonversi harga saham saat akuisisi ke kurs rupiah. Saat ini, proses akuisisi masih mengacu dolar AS.

Azis menambahkan, tender offer akan dilaksanakan 2-3 bulan setelah akuisisi rampung. "Begitu close, kami akan langsung proses (tender offer)," katanya.

Selain itu, Arsjad mengungkapkan, rencana pelepasan kembali saham (refloat) masih belum dibicarakan perusahaan. Sebab, perusahaan fokus pada penyelesaian akuisisi. "Tapi, kami akan mengikuti peraturan yang berlaku," ujarnya.

Azis menambahkan, pendapatan Indika dan Petrosea tidak akan ada eliminasi. Sebelum transaksi akuisisi rampung, tidak ada kegiatan yang bisa dieksekusi oleh dua perusahaan itu.

"100 persen pendapatan Petrosea akan terkonsolidasi. Jika akuisisi close pada 30 Juni, minimal 50 persen pendapatan Petrosea terkonsolidasi," tuturnya.
laporan keuangan pt medco TBK 2009

3.A. TAHUN 2010
Merger : PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, perusahaan hasil merger  PT Chandra Asri dengan PT Tri Polyta Indonesia Tbk.
Untuk membangun industri hulu polietilen (PE) dan polipropilen (PP) dibutuhkan investasi yang berskala besar yakni minimal sekira USD300 juta dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun.
Sekretaris Perusahaan PT Chandra Asri Suhat Miyarso  memaparkan, kebutuhan nasional akan PE diproyeksikan naik dari 840 ribu ton pada tahun ini menjadi 988 ribu ton pada tahun depan.
Sementara itu kebutuhan PP diprediksi naik dari 955 ribu ton menjadi 1,21 juta ton pada tahun depan. Sementara itu, kapasitas produksi PE pada tahun depan diprediksikan stagnan yaitu 770 ribu ton, dan  PP naik dari 685 ribu ton menjadi 905 ribu ton per tahun.
Suhat mengatakan, kenaikan kapasitas produksi PP tersebut seiring dengan peningkatan kapasitas Chandra Asri  sebesar 60 ribu ton dan Polytama sebesar 150 ribu ton. Hasil merger antara Chandra Asri dengan Tripolyta menjadi Chandra Asri Petrochemical, kata Suhat, mampu mendorong terjadinya efisiensi di industri hilir.
“Akuisisi PT Titan oleh Honam, pemain dari Korea Selatan, juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi PE pada masa mendatang sehingga mencukupi kebutuhan dalam negeri. Saat ini,  bahan baku di hulu 100 persen masih diimpor. Chandra Asri masih impor 1,6 juta ton nafta dan ini menjadi masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah,” tegasnya di Jakarta, Senin (22/11/2010).
Ketua Umum Asosiasi Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Tjokro  Gunawan menjelaskan, keterbatasan suplai bahan baku masih menjadi kendala yang menghambat tumbuhnya industri hilir.
“Harga bahan baku naik diproyeksi terus meningkat, perang kurs akan menghantui dan memengaruhi harga plastik tahun depan. Aphindo menentang semua kebijakan impor yang menahan impor bahan baku karena bahan baku dari dalam negeri belum cukup. Kalau impor barang jadi yang diproteksi tidak masalah, bea masuk barang jadi sudah nol persen, bahan baku masih 15 persen,” kata Tjokro.
Direktur Jenderal Industri Berbasis Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengungkapkan, selama ini, sebagian besar kebutuhan bahan baku industri hulu dan hilir plastik dalam negeri memang masih didominasi oleh impor
3.B. TAHUN 2010 :
Akuisisi : PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengakuisisi 3.129 saham PT Margautama Nusantara senilai Rp 245 miliar.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Nusantara Infrastructure Danni Hasan mengungkapkan, Margautama Nusantara adalah pemegang 2596 saham PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB). "JLB merupakan operator ruas jalan tol Wl Kebon Jeruk-Penjaringan, Jakarta," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/9).
Saat ini, trafik kendaraan di ruas tol tersebut mencapai 35 ribu unit per hari dengan tarif Rp 7.000 per kendaraan. Selain Nusantara, saham JLB dimiliki PT Jasa Marga Tbk dan PT Bangun Tjipta Sarana.
Nusantara melalui beberapa anak usahanya juga menguasai tiga jalan tol, yakni Jakarta-Bumi Serpong Damai (7,25 km), Bosowa-Makassar (5,95 km), dan ruas tol Bandara Seksi IV Makassar (11,57 km). Nusantara berencana mengakuisisi ruas tol baru di Jakarta sebelum akhir tahun ini.
Belum lama ini, Nusantara sukses menggalang dana Rp 748,7 miliar dari hasil penawaran umum terbatas saham {rights issue). Perseroan menerbitkan 8,5 miliar saham baru dan 1,7miliar waran seri I. Konversi waran menjadi saham akan berlangsung pada 31 Januari 2011-19 Juli 2013, dengan harga pelaksanaan Rp 88 per saham.
Danni mengungkapkan, Infrastructure Growth Fund LP selaku pembeli siaga telah menyerap 7,11 miliar saham baru atau 83,69% dari total, saham yang diterbitkan Nusantara. Nilai transaksinya mencapai Rp 626 miliar atau pada harga Rp 88 per saham. "Rights issue sudah sejak 9 Agustus 2010," kata dia.
Infrastructure Fund merupakan instrumen investasi yang dikelola Emerging Infrastructure Management Co Pte Ltd (Singapura). Saat ini, Infrastructure Fund menguasai sekitar 52% saham Nusantara Infrastructure. Sisanya Grup Bosowa dan publik.
Nusantara telah memperoleh komitmen pembiayaan dari Infrastructure Fund senilai US$ 100 juta. Namun, pembiayaan tersebut berpeluang ditingkatkan menjadi US$ 150 juta. Bahkan, menurut Danni, Infrastructure Fund mampu menyediakan dana hingga US$ 1-2 miliar.
Sementara itu, hingga Juni 2010, Nusantara merealisasikan belanja modal {capital expenditure/capex) Rp 10-15 miliar. Namun, penggunaan dana tersebut hanya untuk belanja rutin. Hingga akhir tahun, perseroan mengalokasikan capex sebesar Rp 23 miliar. (jau)
3.C. TAHUN 2010 :
Konsolidasi : PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan konsolidasi terhadap empat anak usahanya yang bergerak dalam bidang usaha nonbatu bara ke dalam PT Bumi Resources Mineral (BRM). Keempat anak usaha itu terdiri dari Lemington Investment Pte Ltd (yang dimiliki Bumi Mauritania SA dan Konblo Bumi Inc), Calipso Investment Pte Ltd (yang memiliki Herald Resources Ltd), PT Citra Palu Minerals dan PT Multi Capital (yang memiliki PT Newmont Nusa Tenggara).
"Konsolidasi ini untuk restrukturisasi internal dalam rangka mengelompokkan perusahaan-perusahaan ke dalam kelompok batu bara dan nonbatu bara," kata Direktur BUMI Eddie J Soebari dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.
BRM sendiri merupakan anak perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki BUMI. Konsolidasi dilakukan BUMI melalui peningkatan modal BRM. Sebagian besar dana akan digunakan BRM untuk mengambil alih tagihan milik BUMI kepada anak-anak perusahaan nonbatu bara perseroan. "Tagihan-tagihan tersebut selanjutnya dikonversi oleh BRM menjadi saham di anak-anak perusahaan nonbatu bara tersebut," ujarnya.
Senior Vice President Investor Relations BUMI Dileep Srivastava mengatakan pihaknya melihat konsolidasi ini sebagai langkah strategis bagi perseroan untuk meningkatkan potensi baik bagi kelompok bisnis batu bara maupun bisnis nonbatu bara. "Dengan membuat segmentasi, kedua kelompok usaha perseroan dapat menyadari besarnya potensi yang dimiliki masing-masing bagi kebaikan pemegang saham maupun negara," katanya ketika dihubungi Media Indonesia. (AT/E-7)











nuri maulida

berita bisnis


Grup Bakrie Konsolidasi Aset
04 Mar 2010
Nilai aset nonbatu bara dari sejumlah perusahaan Bumi Resources yang akan dikonsolidasikan ke perusahaan baru mencapai 1,313 miliar dollar AS atau 72 persen dari ekuitasnya. Namun, manajemen menganggap transaksi itu tidak material.
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk akan menyatukan sejumlah kepemilikannya diberbagai anak perusahaan dan afiliasinya ke dalam sebuah perusahaan baru, yakni PT Bumi Resources Mineral (BRM). BRM akan membawahi seluruh aset nonbatu bara dengan nilai aset yang dikelola sekitar 1,313 miliar dollar AS atau 13 triliun rupiah."Kami melihat ini sebagai sebuah langkah logis yang strategis," kata Senior VP Investor Relations Bumi, Dileep Srivastava, dalam pesan singkatnya, Rabu
(3/3). Ini merupakan restrukturisasi internal dalam rangka mengelompokkan perusahaan ke perusahaan batu bara dan perusahaan nonbatu bara.Pemisahan yang jelas antara bisnis inti Bumi di batu bara dan bisnis nonbatu bara yang memiliki potensi bisnis yang sangat baik itu, menurut Dileep, akan menjadi kunci bagi pengembangan perseroan selanjutnya.Direktur Bumi Resources Eddie J Soebari, sebelumnya, juga menjelaskan bahwa Bumi telah menyelesaikan konsolidasi anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang nonbatu bara ke dalam BRM.
"BRM adalah anak perusahaan-perusahaan yang 99,99 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan," kata Eddie dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/3).Menurut Eddie, konsolidasi dilakukan oleh perseroan melalui peningkatan modal BRM, yang kemudian digunakan untuk mengambil alih tagihan-tagihan milik perseroan kepada anak-anak perusahaan nonbatu bara. Selanjutnya, tagihan-tagihan tersebut akan dikonversi menjadi saham.Anak-anak perusahaan dan afiliasinya yang dikonsolidasikan ke dalam BRM tersebut termasuk Lemington Investments Pte Ltd yang memiliki Bumi Mauritania SA, dan Kon-blo Bumi Inc. Per 30 September 2009, total aset kedua anak usaha itu masing-masing 168,48 juta dollar AS dari 13,67 juta dollar AS.
Selanjutnya, Calipso Investment Pte Ltd yang memiliki Herald Resources Ltd akan dikonsolidasikan ke BRM. Total aset di perusahaan pemilik area tambang seng dan tembaga itu tercatat sebesar 614,42 juta dollar AS. Kemudian PT Citra Palu Minerals dengan aset 24,06 juta dollar AS.Bumi juga akan mengonsolidasikan PT Multi Capital yang baru saja menguasai 14 persen saham hasil divestasi Newmont Nusa Tenggara. Total dana yang sudah digelontorkan Multi Capital tersebut telah mencapai 492,8 juta dollar AS.
Tidak Material
Kendati total aset sejumlah perusahaan yang akan dikem-solidasikan ke BRM tersebut telah mencapai 1,313 miliar dollar AS atau 72 persen dari ekuitas Bumi sebesar 1,8 miliar dollar AS, Eddie mengaku transaksi tersebut bukan tergolong material. "Transaksi di atas tidak termasuk kategori transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor K.E.2," katanya.
Analis Eko Kapital, Cece Ridwanulloh, menilai langkah Bumi memisah bisnis batu bara dengan bisnis nonbatu bara akan membuatnya lebih fokus mengembangkan kedua Uni bisnis tersebut. Dengan pemisahan yang jelas, kedua Uni bisnis tersebut diharapkan bisa tumbuh tanpa saling membebani."Aksi adanya pemisahan ini sama dengan yang dilakukan oleh Indofood ketika memisah Bogasari dan akhirnya memang terbukti hasilnya memang lebih baik," katanya secara terpisah. nse/E-7
AKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan pendapatan di 2011 sebesar Rp961 miliar. Adapun target ini akan dikontribusikan dari unit bisnis seismic zona transisi dan laut.

"Di 2011 kita targetkan pendapatan sebesar Rp961 miliar," ujar Division Head of Corporate Secretary Elnusa, Heru Samodra, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (10/1/2011).

Diharapkan, dengan adanya penambahan investasi peralatan seismik laut dalam ini dapat meningkatkan pendapatan usaha konsolidasi perseroan dari unit bisnis seismik zona transisi dan laut dalam di 2011 ini.

"Di mana unit bisnis ini diprediksikan akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp961 miliar atau menyumbang sekira 27 persen dari total proyeksi pendapatan usaha kelompok jasa hulu migas Perseroan 2011 yang sebesar Rp3,6 triliun," katanya.

Bisnis seismik zona transisi dan laut dalam tersebut telah tumbuh secara signifikan atau naik sebesar 112 persen setiap tahunnya dalam waktu tiga tahun terakhir ini (CAGR). Investasi peralatan seismik laut dalam pada kapal operasi tersebut sejalan dengan iklim industri dan regulasi yang mendukung, dalam hal ini menyangkut perihal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan azas cabotage.

Seperti yang sedang hangat dibicarakan, dua regulasi tersebut cukup meningkatkan gairah dan kesempatan perusahaan nasional untuk lebih berkontribusi di pasar domestik.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, perseroan telah menunjukkan implementasi pelaksanaan pekerjaan seismik di berbagai daerah transisi di Indonesia di antaranya di Gresik-Jawa Timur, Handil dan Tunu-Kalimantan Timur, Seruway-Aceh, Bontang–Kalimantan Timur, Selat Sele, serta Teluk Bintuni Dan Kaimana-Papua.

Sementara itu, dengan strategi usaha jangka panjang, perseroan untuk fokus pada jasa hulu migas terintegrasi, maka perseroan secara konsisten terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi untuk melakukan seluruh rangkaian kegiatan jasa hulu migas terintegrasi.

Mulai dari kegiatan geoscience services (jasa seismik), drilling services (jasa pemboran) dan oilfield services yang mencakup pasar domestik dan luar negeri. Pendapatan usaha dari segmen ini bertumbuh secara CAGR sebesar 28 persen setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir dan terus menjadi kontributor utama pendapatan usaha Perseroan.

Diketahui, pada akhir 2010, segmen ini diproyeksikan menyumbang 60 persen (Rp2,40 triliun) terhadap total estimasi pendapatan konsolidasi perseroan yang sebesar Rp4,02 triliun.

Dari seluruh rangkaian jasa hulu migas terintegrasi, kegiatan survey seismic yang dilakukan oleh Divisi Geoscience Services merupakan penyumbang terbesar di segmen jasa hulu migas terintegrasi atau berkontribusi 60 persen (Rp1,35 triliun) terhadap pendapatan usaha dari segmen ini.

Tingginya kontribusi Geoscience Services ditopang oleh tumbuhnya pandapatan seismik di zona transisi dan laut dalam (Transition Zone and Marine Seismic) secara signifikan yang diestimasikan mencapai lebih dari Rp900 miliar pada akhir tahun 2010.

PT Humpuss Intermoda Fokus Konsolidasi Internal


Jakarta,- PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) masih akan memfokuskan pada konsolidasi internal menyikapi terus menurunnya pendapatan usaha hingga mencapai 56,62% pada bulan September 2010 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama HITS Bagoes Krisnamoerti mengungkapkan hingga akhir tahun 2010 ini, perseroan tidak akan melakukan ekspansi apapun, melainkan lebih melakukan perbaikan internal perusahaan. Manajemen berniat untuk membenahi internal perusahaan, berupa penyelesaian kasus hukum, optimalisasi alat produksi, memaksimalkan jasa crewing, efisiensi operasional perusahaan dan mencari sumber pendanaan yang efisien dan efektif, ujarnya.

Khusus mengenai kasus hukum, Dirut HITS menegaskan bahwa manajemen memprioritaskan kasus-kasus yang sedang ditangani. Dari empat kasus hukum, baru satu yang terselesaikan, kasus hukum antara Heritage Maritime Ltd dan Genuine Maritime Ltd. dengan Sandigan Ship Service Inc yang telah mencapai kesepakatan perdamaian. Sehingga sengketa hukum antara perusahaan dengan Sandigan telah selesai.

Sedangkan tiga kasus lainnya, masih dalam proses penyelesaian dan dikarenakan proses arbitrase, kondisi penyelesaiannya pun menjadi tidak pasti. Tiga kasus tersebut, adalah kasus hukum antara Heritage Maritime Ltd.SA (HML) dengan Parbulk II AS, kasus hukum antara Genuine Maritime Ltd. SA (GML) dengan Hanjin Overseas Bulk Limited terkait bareboat kapal dry bulk, dan kasus hukum antara Humpuss Sea Transport Pte. dengan 7 pemilik kapal chemical Empire, jelasnya.

Penurunan Pendapatan Usaha
Hingga 30 September 2010, HITS merugi bersih sebesar Rp. 48,23 milyar. Sementara pada 30 September 2009 HITS mencetak laba bersih Rp. 10,34 milyar. Beberapa hal yang menjadi penyebab cukup drastis turunnya pendapatan usaha, dikarenakan berbagai faktor seperti turunnya rate charter sewa kapal LNG ST Ekaputra, tidak beroperasinya kapal curah kering dikarenakan masalah sengketa antara Perseroan dengan para pemilik kapal, tidak beroperasinya empat kapal Empire pengangkut bahan kimia cair dikarenakan oleh masalah sengketa juga serta kerusakan beberapa kapal pengangkut minyak mentah dan bahan bakar minyak sehingga tidak dapat beroperasi.

Hal ini menyebabkan total pendapatan usaha yang kian menurun drastis sebesar 56,62% per 30 September 2010 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari tujuh lingkup bisnis yang dijalankan perseroan, hanya jasa sewa kapal batubara serta jasa pengelolaan dan perantara kapal yang mengalami kenaikan rata-rata sekitar 15-20% sedangkan lingkup usaha lainnya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Yang paling drastis, adalah jasa sewa kapal bahan kimia cair sebesar 91,97%. Turunnya pendapatan pada lingkup bisnis ini, terkait dengan kasus kapal Empire. Dimana sejak akhir tahun 2009 sudah tidak beroperasinya empat buah kapal chemical Empire, karena telah dikembalikan kepada pemiliknya. Hal ini pula yang menandai dimulainya kasus hukum antara HST dengan 7 pemilik kapal Empire.

HITS memang masih akan terus melakukan konsolidasi internal, dan memperkuat neraca keuangannya akibat beban berat terutama pada tahun 2010. Dengan kondisi ketidakpastian akibat kasus-kasus hukum yang belum terselesaikan dikarenakan proses arbitrase, fluktuasi tarif angkutan laut yang cenderung menurun, dan kompetisi yang semakin meningkat, perseroan optimis mulai bangkit kembali pada semester dua tahun 2011 dan akan terus berlanjut pertengahan tahun 2011.
PT Meier Indonesia, perusahaan yang awalnya memfokuskan diri di bidang riset dan pengembangan produk, saat ini tengah menjajaki kerjasama bisnis dengan PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk, perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang kini telah berkembang pesat

Kerjasama ini kami lakukan sekaligus memberitahukan ke masyarakat bahwa Kimia Farma itu bukan cuma apotek, tempat menjual obat semata. Tetapi juga sebagai perusahaan pelayanan kesehatan terintegrasi yang meliputi Industri, Pemasaran, Distribusi, Ritel, Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan, dan Industri Farmasi. Inilah juga salah satu alasan kami untuk bekerjasama,” ujar Martin Lim, CEO PT Meier Indonesia. Dan bagi KFTD sendiri, sebenarnya, kerjasama tersebut bukan hal baru. “Karena, sebelumnya, kami juga sudah melakukan bentuk kerjasama dengan produk-produk lain dengan perusahaan yang berbeda,” ujar Suharno, pria kelahiran Surabaya, 4 Agustus 1958 yang menjabat sebagai Direktur Distribusi PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD). Ada beberapa hal yang disepakati bersama. Di antaranya adalah bahwa bentuk kerjasama PT Kimia Farma Tbk, dalam hal ini KFTD, dengan PT Meier Indonesia, adalah bentuk kerjasama tunggal dan eksklusif, di mana KFTD, terikat kontrak yang didasari atas dasar kesepahaman bersama. “KFTD, tidak diperkenankan memasarkan produk-produk sejenis mulai cabang di daerah-daerah sampai ke outlet-otutletnya. Sedangkan aktivitas marketing tetap dilakukan oleh PT Meier. Dan tentu saja harus dengan harga jual yang terjangkau. Semua ini sudah kami fahami bersama,” lanjut Martin

Bagi KFTD sendiri, kerjasama dengan PT Meier Indonesia, juga tidak dilakukan dengan terburu-buru. “Sebagai anak perusahaan, KFTD, sejak awal memang sudah memikirkan pangsa pasar untuk produk-produk yang akan kami distribusikan. Termasuk selanjutnya dengan produk-produk kosmetik. Kebetulan, kami melihat PT. Meier Indonesia ini merupakan satu perusahaan yang berkembang. Peduli dengan kesehatan. Makanya, kami bekerjasama untuk melakukan bagaimana produk Meier bisa sampai ke pasar. Inilah sinergi yang kita ciptakan dalam rangka mengembangkan demand pasar,” ujar Suharno sambil menjelaskan bahwa kini Kimia Farma sudah memiliki 41 cabang dengan jumlah outlet di seluruh Indonesia sekitar 24 ribu dengan konsentrasi terbesar di pulau Jawa. Ketika disinggung mengenai produk-produk perawatan kulit milik Meier, Suharno menjelaskan bahwa produk-produk Meier itu tidak mengandung mercury, hidroquinone dan alcohol. “Karakter kulit orang Indonesia ini kan cukup unik. Dan sebagai apoteker, kami faham betul seperti apa produk yang bermutu itu. Bagi kami penting sekali asal dari semua produk yang kami pasarkan. Sumbernya harus jelas. Dan produk Meier memang tidak ada masalah dengan kandungannya. Tidak mengandung mercury & hidroquinone. Tetapi, yang pasti, produk ini sudah memiliki rilis resmi dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM RI). Makanya kami berani mendistribusikan produk Meier,” sambung Suharno sambil menjelaskan jalur usaha KFTD, yaitu di bidang Jasa pelayanan distribusi produk Prinsipal KF dan Principal Non KF, yang terdiri dari Consumer Health Product (OTC Chemical, OTC Herbal, Kosmetik, Body Care, Food Supplement, Ethical, Generik, Lisensi, Narkotika, Kontrasepsi, Bahan Baku, Alat Kesehatan, Consumer Goods) dan Jasa Perdagangan atau Trading.

Pangsa pasar produk perawatan kulit memang khusus. “Contoh spesifiknya adalah apotik, medical outlet, klinik, toko-toko kosmetik, dan masih banyak lagi. Nah, pangsa pasar ini lah yang kita mau garap, lebih khusus untuk pasar menengah atas. Dan untuk produk-produk yang awal, yang sudah kami pasarkan tahun ini, adalah produk Meier untuk wanita. Hari ini, kita akan sama-sama menjadi saksi bahwa Meier akan meluncurkan produk khusus untuk laki-laki. Kami, dari KFTD dan Meier Indonesia, sama-sama sudah memikirkan strategi pemasarannya. Bisa melalui below the line, above the line, flyer, beriklan di majalah, koran, tabloid, baik yang nasional maupun loikal. Rencananya, untuk di daerah, juga akan ada program roadshow dan kegiatan gathering,” kata Suharno yang diiyakan oleh Martin Lim

Saat ini, produk-produk perawatan kulit Meier sudah dapat ditemukan di seluruh Nusantara. “Tentu saja ini adalah berkat dukungan penuh dari PT Kimia Farma Trading & Distribution. Di mana dukungan ini dituang dalam perjanjian kerjasama “Distribusi Tunggal dan Saling Eksklusif”. Artinya, dalam menjual dan mendistribusikan produknya, PT Meier Indonesia tidak dapat menunjuk distributor selain ataupun tanpa melalui PT Kimia Farma Trading & Distribution. Sebaliknya, PT Kimia Farma Trading & Distribution, tidak diperbolehkan ataupun mendistribusikan produk perawatan tubuh selain produk dari Kimia Farma sendiri dan PT Meier Indonesia. Pada intinya, ini kami lakukan atas dasar win-win solution. Dan melalui kerjsama ini, masyarakat menjadi makin faham, kalau Kimia Farma itu memang bukan cuma apotek. Tapi juga ikut memperdagangkan dan mendistribusikn produk-produk Meier ke seluruh Indonesia Tidak hanya melalui apotik. tetapi juga melalui Supermarket, Farmasi, Toko Obat, dan Toko Kosmetik, “ tegas Martin Lim, pria kelahiran Jakarta, 7 Desember 1978

Produk baru yang hari ini segera diluncurkan oleh PT. Meier Indonesia bekerjasama dengan KFTD adalah Hedi Yunus For Men. Khusus untuk produk ini, PT Meier Indonesia memilih Hedi Yunus, vokalis Kahitna, yang telah sukses mengukir prestasi di dunia musik Tanah Air sekitar 20 tahun sebagai icon-nya dan juga merek produk. “Proses pemilihan Hedi untuk menjadi icon dari produk Hedi Yunus For Men semua berdasarkan hasil riset dan survey pasar oleh lembaga marketing survey independent. Bukan asumsi pribadi. Akhirnya, kami sampai pada kesimpulan bahwa Hedi adalah sosok pria yang tepat untuk icon sekaligus merek produk terbaru kami. Lebih jauh lagi, menurut kami Hedi itu bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari yang muda sampai yang tua, termasuk pangsa pasar produk Hedi Yunus For Men. Bukan hanya itu., Hedi itu juga masih eksis. Buktinya, tahun ini, ia akan segera meluncurkan album solo lagi,” tegas Martin. Rencananya, vokalis Kahitna ini memang akan merilis album solo ke-7. “Makanya saya sangat bersyukur dan berterimakasih bisa terpilih sebagai icon dari produk khusus pria produksi PT Meier Indonesia. Bagi saya, ini adalah satu kesempatan menarik. Kayaknya belum ada di Indonesia yang khusus menggunakan nama artisnya. Makanya, saya appreciate sekali kepada PT Meier Indonesia. Termasuk kepada PT Kimia Farma Trading & Distribution, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, atas dukungan, kepercayaan dan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik. Khusus untuk produk pria ini, saya juga senang karena selalu dilibatkan dan diajak diskusi, misalnya untuk pemilihan aroma, penentuan jenis produk yang mau dikeluarkan, pemilihan warna kemasan, sampai ke pemilihan nama,” jelas artis yang dikontrak selama 10 tahun oleh PT Meier Indonesia ini. Perasaan yang sama juga diutarakan oleh Siska Amelia, Runner Up 1 Puteri Indonesia tahun 2003 yang saat ini berprofesi sebagai Business Development Director sebuah perusahaan komputer di Tanah Air yang berafiliasi hingga ke Las Vegas, Amerika Serikat. “Saya senang dan bangga terpilih menjadi Duta Meier, khusus untuk perawatan kulit wanita. Ini adalah sebuah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Produk Meier ini produk bagus dan sesuai untuk perawatan kulit wanita Indonesia,” tegas Siska

MEDC 2008 medco konsolidasi
Berencana akan mengembangkan bisnis di sektor energi nonmigas yaitu batubara atau batubara melalui Medco Mining dan Medco Agro.Saat ini perseroan tengah menjajaki untuk mengakuisisi beberapa kuasa pertambangan di Kalimantan, Sumatera dan Papua. Perseroan menyiapkan US$50 juta untuk pengembangan tahap awal. Sementara kebutuhan dana investasi secara keseluruhan dalam 3 tahun kedepan untuk pengembangan 7 proyek utama, perseroan membutuhkan sekitar US$1.3M.

Konsolidasi PT Indika Energy Tbk (INDY)2009
VIVAnews - PT Indika Energy Tbk (INDY) berharap kontribusi pendapatan PT Petrosea Tbk (PTRO) mampu mendongkrak pendapatan konsolidasi perusahaan pada 2009 menjadi US$ 300-400 juta.

Hal itu disebabkan oleh potensi konsolidasi seluruh pendapatan Petrosea terhadap kinerja keuangan konsolidasi perusahaan.

"Mungkin (pendapatan) bisa US$ 300-400 juta," kata Direktur Indika Energy Azis Armand usai konferensi pers perusahaan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu 17 Juni 2009.

Azis menambahkan, sepanjang 2009, Indika menargetkan pendapatan konsolidasi tanpa Petrosea sebesar US$ 170-180 juta. Sementara itu, pendapatan Petrosea berpeluang mencapai US$ 200 juta. Pada 2008, pendapatan Petrosea tercatat US$ 206 juta.

Meski demikian, konsolidasi pendapatan baru akan dilakukan setelah proses akuisisi rampung pada 30 Juni 2009. Saat itu, seluruh pendapatan Petrosea akan dikonsolidasi ke Indika.

"Kapan akuisisi benar-benar terjadi akan menjadi waktu mulai diakuinya pendapatan dalam buku Indika," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya siap melaksanakan penawaran 18,05 persen saham publik (tender offer) setelah akuisisi rampung. Indika telah menyiapkan dana kas internal sekitar US$ 18 juta.

Direktur Utama Indika Energy M Arsjad Rasjid menambahkan, harga akuisisi akan mempertimbangkan harga tertinggi saat akuisisi rampung. Perusahaan akan mengonversi harga saham saat akuisisi ke kurs rupiah. Saat ini, proses akuisisi masih mengacu dolar AS.

Azis menambahkan, tender offer akan dilaksanakan 2-3 bulan setelah akuisisi rampung. "Begitu close, kami akan langsung proses (tender offer)," katanya.

Selain itu, Arsjad mengungkapkan, rencana pelepasan kembali saham (refloat) masih belum dibicarakan perusahaan. Sebab, perusahaan fokus pada penyelesaian akuisisi. "Tapi, kami akan mengikuti peraturan yang berlaku," ujarnya.

Azis menambahkan, pendapatan Indika dan Petrosea tidak akan ada eliminasi. Sebelum transaksi akuisisi rampung, tidak ada kegiatan yang bisa dieksekusi oleh dua perusahaan itu.

"100 persen pendapatan Petrosea akan terkonsolidasi. Jika akuisisi close pada 30 Juni, minimal 50 persen pendapatan Petrosea terkonsolidasi," tuturnya.

Diposkan oleh nilla sari di 07:18
BAB 1
PENDAHULUHAN



• Sejarah Usaha Toko Kue Kristina

Usaha kue ini berdiri sejak tahun 1986 dan diberi nama Kristina, yang didirikan oleh suami istri yang bernama ibu Ratna dan bapak Chandra. Sejak usaha ini didirikan hingga sekarang telah beberapa kali mengalami kemunduran, tetapi hal tersebut tidak mengakibatkan usaha ini mengalami kebangkrutan. Berdirinya usaha ini tidak lepas dari adanya dukungan dari orang tua ibu Ratna, khususnya ibu dari ibu ratna yang mempunyai hobi memasak, sehingga ibu Ratna pun tertarik dalam bidang yang sama yaitu memasak. Selama memajukan usaha kue ini ibu Ratna sudah beberapa kali mengikuti kursus memasak selama 3 sampai 4 kali kursus memasak ditempat yang berbeda serta membuat variasi kue dengan menggunakan resep sendiri maupun peninggalan dari orang tua. Usaha kue ini berada di jalan raya Hankam Wisma Asri di daerah Pondok Gede.

• Tujuan Didirikan Usaha Toko Kue Kristina

Adapun tujuan didirikannya usaha kue ini adalah untuk mendapatkan keuntungan atau penghasilan bagi si pemilik usaha, untuk mengembangkan hobi yang dimiliki oleh pemiliknya, dan juga karena adanya peluang usaha didaerah tempat tinggalnya.

• Alasan Utama Dalam Membuka Usaha Toko Kue Kristina
Adapun alasan yang dimiliki oleh ibu Ratna dalam membuka usaha Toko Kue ini diantaranya:
a. Karena masakan orang tua dari ibu Ratna selalu enak, sehingga pemilik toko jadi tertarik dan juga hobby yang dimilki oleh pemilik toko.
b. Karena ibu Ratna mempunyai keinginan untuk membuka usaha makanan khususnya dalam hal kue.
BAB II
PEMBAHASAN


• Jenis Usaha

Dalam usaha ini Toko Kue Kristina menjual berbagai macam snack, nasi box, tumpeng, kue basah, dan aneka kue soes dan cake. Harga kue basah maupun kue soes rata-rata sebesar Rp. 3.000,00 sampai Rp.4.000,00

Macam – macam kue basah dan kue soes yang dijual antara lain :

1. Lemper/Semar mendem
2. Risoles Sayur
3. Pastel
4. Egg Roll/Risol Amerika
5. Soes Fla
6. Soes Coklat/Mocca
7. Soes Buah
8. Pie Buah
9. Dadar Pandan dan Dadar Fla Coklat
10. Pakis dan Arem-arem
11. Dadar Pisang Coklat, dll.

Adapun Unggulan atau favorit dari Toko Kue Kristina adalah Egg Roll, Arem-arem, Soes buah, Pastel, dan Lemper. Karena jenis makanan ini banyak diminati oleh pelanggan. Dibawah ini merupakan salah satu gambar dari kue-kue basah dan kue soes diantaranya:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBfmhoPQH9riJehzjz_WUO99PU3Q_uBPfvZWasTpMpYALH3fZSNRgZk6bMBYLmJ3ftiMHbO68bYfYsbPTFJCsGLmyfSgcFd9SRolaxU4ZYx1LCUrjwZsBV94DkYFnYJ8Ntdr4fKJeeysLF/s400/untitled.JPG


• Modal Usaha

Modal usaha yang diperlukan dalam mendirikan Toko Kue Kristina yaitu :
a. Modal untuk pembelian bahan baku sebesar ± Rp. 500.000,00
b. Modal untuk pembelian peralatan sebesar ± Rp. 3.000.000,00.

Peralatan ini terdiri dari :
- Mixer
- Oven
- Penggorangan
- Kompor
- Panci, dll.

• Bahan-bahan yang Dibutuhkan Oleh Toko Kue Kristina

Adapun bahan baku yang digunakan diantaranya :

a. Ayam
b. Daging sapi
c. Sayur-sayuran yang terdiri dari kentang, wortel, kacang polong dll
d. Buah-buahan yang terdiri dari kiwi, chery, kelengkeng, mangga dll
e. Minyak goring
f. Gula pasir
g. Tepung terigu
h. Telor
i. Kelapa muda
j. Tahu
k. Garam, dll.

• Sumber Daya Manusia

Dalam Toko Kue Kristina mempunyai pegawai sebanyak 8 orang yang terdiri dari 7 orang wanita dan 1 orang pria.

Tugas dari para pegawai tersebut diantaranya

- 1 orang bagian memasak
- 6 orang bagian packing
- 1 orang bagian pengiriman kue.

Dalam pembagian upah pemilik tidak memandang bagiannya dalam bekerja, tetapi pemilik lebih melihat kepada lama meraka bekerja di toko kue tersebut dan keahlian memasaknya. Waktu kerja produksi dari jam setengah 4 sampai jam setengah 8, kalau ada pesanan banyak waktu produksinya bisa lebih lama.

• Profit yang Dihasilkan Toko Kue Kristina

Keuntungan yang diperoleh Toko Kue Kristina selama 1 bulan cukup memadai, karena usaha ini menggunakan sistem pemesanan dan juga membuka toko.
Dibawah ini merupakan simulasi keuntungan usaha Toko Kue Kristina:

Pendapatan Laba Kotor Rp. 30.000.00,00 sampai Rp. 40.000.000,00
Pengeluaran yang terdiri dari:
- Bahan baku/bulan Rp. 8.500.000,00
- Tenaga kerja/bulan untuk 8 orang Rp. 5.800.000,00
- Sewa toko/bulan utuk 2 toko Rp. 1.000.000,00

Jadi total pengeluaran Rp. 15.300.000,00

Keuntungan Bersih sebesar Rp. 35.000.000,00 – Rp. 15.300.000,00 = Rp. 19.700.000,00

Jadi keuntungan bersih yang diperoleh oleh Ibu Ratna sebesar Rp. 24.700.000,00 keuntungan ini tidak dapat diperoleh setiap bulannya karena penjualan setiap bulan berbeda-beda kadang tinggi, kadang rendah jadi tidak dapat dipastikan.

• Pemasaran Toko Kue Kristina

Adapun pemasaran yang dilakukan oleh Toko Kue Kristina ini yaitu:

1. Dengan cara membuka toko sebanyak 2 toko yang terdiri dari:
- Toko yang dibuka didaerah Lotasera (Bulog)
- Toko yang dibuka di daerah Jalan Raya Hankam Wisma Asri (Pondok Gede) Disini pemilik menempatkan 4 orang pegawai masing-masing toko terdiri dari 2 orang pegawai dan memasukkan kue sebanyak 60 macam kue untuk masing-masing toko. Toko kue ini buka dari jam 8 sampai jam 6 sore.

2. Dengan cara menerima pesanan kue dalam partai besar maupun dalam partai kecil
Pesanan ini biasanya untuk acara ulang tahun, pernikahan, sunatan, gereja, dll. Dalam hal pesanan sistem yang digunakan yaitu jika yang memesan kue itu orang lama maka pemesan hanya menelpon si pemilik, sedangkan jika pemesan itu orang baru maka orang tersebut harus memberikan uang muka kurang lebih 50%.

3. Dengan cara memasukkan kue buatan Toko Kue Kristina ke toko yang berada di dalam mall-mall. Pada keterangan ini bagi pembeli kue diberikan potongan harga sebesar 10%-15% dari harga yang sewajarnya serta kalau kue yang di taruh tidak habis langsung dikembalikan ke Toko Kue Kristina, dengan demikian toko ini menggunakan sistem Konsinyasi.

4. Dengan cara dimasukkan ke dalam rumah sakit haji, khususnya di kantin. Toko Kue Kristina ini memasukkan kue sebanyak 120 buah, karena di tempat itu lebih rame. Pada keterangan ini Toko Kristina masih tetap menggunkan sistem konsinyasi.

5. Serta dengan cara membagikan brosur Toko Kue Kristina ke pelanggan serta dari mulut ke mulut.

• Peralatan Yang Digunakan Dalam Usaha Toko Kue ini

Dalam kegiatan produksinya Toko Kue Kristina membutuhkan peralatan diantaranya:
1. Kompor
2. penggorengan
3. Panci
4. Mixer
5. Oven Listrik dan oven Kompor
6. Cetakan kue dan cetakan agar-agar
7. Ember
8. Gunting
9. Sendok dan Garpu
10. Tempat Kue, dll.

• Peluang Usaha

Kalau menurut kelompok kami peluang usaha pada Kue Kristina ini akan lebih berkembang dan lebih maju karena Toko Kue Kristina ini menjual bermacam-macam kue yang mempunyai ciri khas tersendiri serta rasanya enak dan bisa bersaing dengan toko-toko kue yang terkenal lainnya. Serta Toko Kue Kristina ini suka membuat sensari baru dengan cara menawarkan macam-macam kue yang dibuat oleh ibu Ratna sendiri. Dalam melakukan pemesanan dapat dilakukan dengan cara menelpon langsung pemilik kue sehinnga tidak perlu datang ke tempat usaha maupun tempat produksi dan juga jika yang memesan orang lama maka pemesan tidak perlu membayar uang muka.

• Persaingan Usaha

Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, pemilik toko kue ini tidak takut bersaing dengan usaha toko kue yang lain. Karena pemilik toko yakin kue yang diproduksinya mempunyai rasa yang khas dibandingkan dengan toko kue lainnya serta selalu memberikan sensasi-sensasi baru dengan membuat kue dengan resep baru dan tidak menggunakan bahan-bahan pengawet. Dan dalam toko kue Kristina ini pemilik selalu menerima kritik dan saran dari pelanggan yang berfungsi untuk dapat lebih mengembangkan usaha toko kue ini.

• Lokasi Usaha

Kalau menurut kelompok kami lokasi usaha yang didirikan oleh Toko Kue Kristina ini sudah strategis karena dekat jalan, sehingga banyak orang yang melihat toko itu. Serta pelanggan toko kue ini bisa membeli kue yang disukai dengan mudah dan cepat.






BAB III
KESIMPULAN

Toko Kue Kristina ini menjual berbagai macam kue basah, kue soes serta tumpeng dan nasi box. Toko Kue ini selalu memberikan inovasi kue-kue basah dan rasa yang baru sehingga para pelanggan tidak akan bosan karena kue yang dijual banyak variasinya. Toko ini juga menyediakan banyak macam-macam kue yang bisa diperjualkan kembali, jika ada yang berminat toko kue ini memberikan potongan harga sekitar 10% sampai 15% dari harga seharusnya serta jika kue tersebut tidak habis terjual maka pembeli boleh mengembalikan kue tersebut kepada pemilik toko, atau pemilik toko biasa menyebut dengan sistem konsinyasi.
Dengan sistem ini pemilik toko tidak takut mengalami kerugian karena hal tersebut masih bisa diatasi. Dan jika kue yang dibuat oleh pemilik toko tidak habis terjual maka kue tersebut dibagikan ke tetangga terdekat atau saudara-saudara ibu Ratna.
0 Comments:












HOME INDUSTRI

TALASSA


"PERUSAHAAN KRIPIK TALAS LOKAL GO INTERNET"

A. Profil Usaha

Talassa adalah perusahaan rumahan atau home industri yang memproduksi, mendistribusikan, dan menawarkan produk berupa kripik talas. Kata Talassa sendiri diambil dari kata talas, yang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian. Profil perusahaan home Industri ini sebagai berikut:
· Pemilik Perusahaan: Abdus Solihin
· Alamat Perusahaan: RT. 03 RW. 06 Dusun Krajan desa Sebaung kecamatan Gending kabupaten Probolinggo
· Karyawan: 5 orang
· Telp: +6285258184400
· Website: www.talassa.indonetwork.co.id
· Email: talassa@yahoo.co.id
· Jenis Perusahaan: Home industri makanan ringan
· Produk: Kripik Talas
· Harga: Rp. 2500, 00 / ons/ bungkus dan pembelian secara kolektif dengan minimal pembelian 1 kg akan mendapat bonus uang kembali Rp. 5000, 00 dan berlaku kelipatannya

B. Visi dan Misi
Visi: Menjadi perusahaan penghasil Kripik Talas yang bermutu secara kualitatif dan kuantitatif, mandiri, menguasai dan mencapai target pasar, dan dikenal secara luas oleh masyarakat.
Misi:
· Melakukan klasifikasi dan penyaringan bahan produksi
· Meningkatkan kualitas SDM karyawan dengan monitoring, sugesti, penstimulus, dan leadership yang dibutuhkan
· Mendesain kemasan dan penampilan produk semenarik mungkin
· Permodalan usaha secara mandiri
· Marketing atau teknik penawaran yang maksimal dengan teknik financial dan marketing revolution yang dibagi menjadi dalam skala kecil dan dalam skala besar
· Promosi lewat pembentukan citra terhadap publik, publisitas merek kemasan, iklan online internet gratis, dan brosur tempel

C. Sejarah Perusahaan
Home industri talassa didirikan oleh Abdus Solihin, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Timur pada tanggal 7 Agustus 2008. Berawal dari keisengan untuk berinvestasi dan coba-coba, Abdus yang saat itu mendapat beasiswa PPA merekrut beberapa tetangga dan teman-temannya yang tidak bisa melanjutkan pendidikan lebih lanjut untuk bekerja sama. Dari modal beasiswa dan kenalan inilah usaha home industri Talassa berhasil didirikan. Bermodalkan Rp. 350.000, 00 dan Rp. 150.000, 00 sebagai antisipasi managemen resiko, Talassa mulai diperkenalkan kemasyarakat sekitar.
Pada awal berdiri, Talassa memiliki dua orang karyawan, yaitu Dewi dan Slamet, dua orang yang pada awalnya belum memiliki pekerjaan. Abdus sebagai pemilik modal tidak menerapkan sistem bagi hasil disini, akan tetapi system gaji dengan kepercayaan penuh pada Dewi yang ditunjuk sebagai bendahara sekaligus skretaris perusahaan. Sedangkan Selamet sebagai sales dan distributor.
Dengan keyakinan dan usaha memaksimalkan metode pemasaran, TalassaRp.195.000, 00 hingga Rp. 2.970.000, 00 per bulan! yang pada awalnya hanya mempunyai dua orang karyawan, sekarang telah memiliki lima orang karyawan hanya dalam jangka waktu empat bulan dan dapat menghasilkan keuntungan bersih(setelah dipotong gaji karyawan, biaya produksi, dsb) dengan range keuntungan

D. Uraian Produk
Talassa adalah merek dagang dari kripik talas yang merupakan produk home industri yang bebas pengawet dan diolah secara alami dan tradisional di Probolinggo. Talassa dikemas secara menarik per ons hanya dengan harga Rp. 2500, 00 perbungkusnya. Akan tetapi, pembelian secara kolektif dengan minimal pembelian 1 kg, akan mendapat bonus uang kembali Rp. 5000, 00 dan berlaku kelipatannya.
Talassa memiliki rasa yang renyah, empuk, dan sedap karena dipadu oleh bumbu rempah-rempah tradisional non bahan pengawet dan non bahan kimia lainnya. Selain itu, talassa selalu memberkan garansi agen ‘seminggu tak laku, buang kripik, uang kembali’. Jadi, Talassa tidak mengenal kata melempem. Sehingga konsumen tak perlu khawatir, karena Talassa selalu up-to date.
Talassa terbuat dari talas pilihan. Berbagai jenis talas terdapat di Indonesia, seperti talas sutera, talas bentul, talas ketan, talas paris, talas loma, talas pandan, dan talas lampung. Di sini juga dapat dijumpai talas mentega atau talas gambir atau talas hideung. Perlu diketahui, selain talas-talas yang telah disebutkan di atas, juga terdapat talas yang bisaanya tidak dikonsumsi karena rasanya tidak enak atau gatal, seperti talas bolang. Selain itu, juga talas sente yang lebih sering digunakan untuk pajangan, sedangkan daunnya lebih banyak dipakai untuk makanan ikan. Sedangkan talas yang banyak dipergunakan untuk membuat kripik ini adalah talas bentul yang rasa umbinya enak dan pulen ini, sangat cocok bila digoreng atau dibuat keripik dan hasil panennya banyak.
Di samping dikonsumsi sebagai makanan ringan, camilan, atau makanan tambahan, kripik talas ini juga mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini dikarenakan talas yang merupakan cikal bakal kripik Talassa, mengandung karbohidrat tinggi, protein, lemak, dan vitamin, bahkan tanaman ini juga mengandung asam perusi atau asam biru.

E. Strategi Usaha
Perusahaan home industri ini sekarang telah memiliki lima orang karyawan dengan sistem lima hari kerja. Perusahaan ini tidak menerapkan sistem bagi hasil seperti kebanyakan home industri lainnya, akan tetapi menggunakan sistem gaji dan bonus bagi karyawan. Penjelasannya sebagai berikut:
Sistem gaji diberikan pada 2 orang karyawan bagian pengolahan produk, seperti penggorengan, belanja bahan, dan pembungkusan. Masing-masing karyawan bagian pengolahan produk ini digaji Rp. 15.000, 00/ hari dengan rata-rata hasil produksi keripik Talassa 9-13 kg perhari atau 90-130 bungkus perhari.
Sistem bonus dan tambahan uang transport tanpa gaji diberikan pada 2 orang karyawan bagian distributor atau sales. Uang transport per hari Rp. 7.500,00 diberikan sebagai insentif dalam mendistribusikan Talassa. Dan insentif bonus akan didapatkan oleh distributor atau sales sebesar Rp. 300, 00 per bungkus kripik laku.
Sistem Gaji dan bonus diberikan pada karyawan yang ditunjuk dan dipercaya sebagai ketua pelaksana usaha yang juga merangkap sebagai sekretaris dan bendahara anggaran belanja dan pendapatan dan sekaligus sebagai tenaga pembantu. Gaji diberikan sebesar Rp. 15.000, 00 dan insentif bonus sebesar 20% dari penghasilan bersih pemilik usaha untuk karyawan ini.
Sedangkan untuk strategi pemilihan bahan baku produk dan pengolahannya, pemilik usaha menyerahkan sepenuhnya pada karyawan yang ditunjuk dan dipercaya sebagai ketua pelaksana usaha.

F. Strategi Pemasaran dan Penawaran/Marketing
Pokok yang paling penting dalam bisnis dan dunia usaha bukanlah produk, bukan pula jasa, dan bukan Mr. Hitech, akan tetapi pokok paling penting dalam bisnis adalah Marketing atau Penawaran. Oleh karena itu, strategi penawaran adalah hal yang sangat fundamental disini. Trategi pemasaran yang dilakukan:
· Untuk skala besar, dilakukan pemasangan iklan secara gratis di internet dengan mendaftarkan perusahaan ‘secara gratis’ pula di indonetwork, sebuah perusahaan jasa provider account penawaran online. Iklan ini bukan sekedar iklan, karena dengan demikian berarti perusahaan telah memiliki alamat website sendiri yang bisa dipergunakan untuk Promosi, publisitas, bahkan personal selling door to door secara maya. Sehingga bisa menjangkau khalayak yang lebih luas dan informasi yang lebih detail pada konsumen. Alamat website Talassa adalah: www.talassa.indonetwork.co.id.
· Melakukan publisitas dengan melakukan hal gila positif dan persuasif. Misalnya, ketika diadakan pemilihan kepala desa di desa sebaung kecamatan gending kabupaten probolinggo, tempat perusahaan ini berada. Talassa tak segan-segan memberikan sponsor dengan memberikan secara cuma-cuma 20 bungkus talassa yang ditaruh dimimbar tempat para kandidat mengikuti rangkaian acara pemilihan. Dan kebetulan salah seorang kandidat memang masih tetangga pemilik talassa. Talassa dengan bungkus khasnya yang berwarna keperakan itupun dinikmati oleh para kandidat. Pas saat itulah wartawan lokal mengambil foto para kandidat. Alhasil, Koran lokal Radar Bromo yang dibawah naungan Jawa Pos mempublikasikan foto para kandidat yang sedang menikmati Talassa walaupun pemberitaannya tidak secara langsung mengenai talassa, akan tetapi minimal warga sedesa telah mengenal talassa yang juga dinikmati pimpinan mereka.
· Melakukan pendekatan intrapersonal dengan pemilik toko dan agen-agen penjualan.
· Melakukan monitoring pasar dengan pembuatan target MAP, yaitu pemetaan target penjualan berdasar tingkat kesejahteraan calon konsumen, daya tarik yang mungkin terhadap mereka, kuantitas produk yang tersebar, dan sebagainya.
· Menanamkan opini publik yang positif terhadap talassa dengan pembuatan beberapa brosur temple yang disebar dibeberapa toko tempat talassa dijual. Opini public ini bisa bersifat edukatif, intertainmen dan sebagainya.
G. Analisa Persaingan
Untuk saat ini, persaingan dalam pemasaran makanan ringan tidak begitu mencolok dan menghawatirkan target penjualan. Karena makanan ringan merupakan jenis usaha komoditi yang memiliki target pasar yang relatif luas. Apalagi jenis kripik talas dalam kemasan yang cantik tidak begitu banyak, walaupun ada harganya akan lebih mahal. Sehingga analisa persaingan untuk sementara hanya dilihat secara kondisional.
H. Data Keuangan
Perusahaan ini rata-rata dapat memproduksi talassa antara 7 hingga 10 kilogrram per hari, yang berarti 70 hingga 130 bungkus per-hari. Dari kalkulasi kotor (Perhitungan pendapatan yang belum memperhitungkan biaya keluar) maka didapat Rp. 175.000, 00 hingga Rp. 325.000, 00 per hari.
Sedangkan Pengeluaran biaya produksi perhari yang dibutuhkan adalah:
Pengeluaran (perhari)


Besar Pengeluaran
Gaji 3 karyawan
Rp. 45.000, 00
Insentif Transport 2 sales
Rp. 15.000, 00
Insentif barang laku untuk sales
@ Rp. 300, 00
Rp. 21.000, 00
hingga Rp. 39.000, 00
Insentif ketua pelaksana usaha
20% penghasilan
Rp. 28.000, 00
hingga Rp. 37.700, 00
7-13 kg Talas,
@ Rp. 1500, 00
Rp. 10.500, 00
hingga Rp. 19.500, 00
2-4 kg Minyak Goreng,
@ Rp. 7000, 00
Rp. 14.000, 00
hingga Rp. 28.000, 00
Bungkus kover Talassa
@ Rp. 130, 00
Rp. 10.000, 00
hingga Rp. 17.000, 00
Minyak tanah
Rp. 15.000, 00
Bumbu dan rempah-rempah
Rp. 10.000, 00
Jumlah Total Pengeluaran
(Perhari)
Rp. 168.500, 00
hingga Rp. 226.000, 00
Sehingga keuntungan bersih yang bisa diperoleh pemilik Perusahaan ini rata-rata adalah sekitar Rp. 6500, 00 hingga Rp. 99.000, 00 per hari atau setara dengan Rp.195.000, 00 hingga Rp. 2.970.000, 00 per bulan!
Ingat, tugas pemilik perusahaan disini hanya memantau perkembangan perusahaan dan memberikan solusi managemen untuk meningkatkan produk dan pemasaran, tidak perlu bekerja keras. Bahkan pemilik perusahaan bias sebagaimana mahasiswa lain yang tidak menaungi satupun perusahaan, santai.
I. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan kedepan yang menjadi harapan pemilik usaha adalah:
· Mengembangkan usaha Talassa di ruang lingkup yang lebih luas dengan memperluas pemasaran dan mendirikan cabang di beberapa daerah dan kota
· Melengkapi peralatan dan perlengkapan produksi dengan teknologi yang lebih efisiensi waktu dan lebih ekonomis
· Merekrut karyawan untuk meningkatkan produksi dan target penjualan, dan diharapkan juga bisa mengurangi pengangguran
· Melakukan lebih banyak lagi publisitas dan promosi
· Bisa menjadi motor penggerak usaha kecil menengah dan pioneer seperti Tum Desem Waringin
J. Penutup
Demikian makalah kewirausahaan ini. Semoga makalah tentang perusahaan Talassa ini dapat memberikan manfaat, motifasi, dan gambaran mengenai kewirausahaan. Pengusaha adalah orang yang berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan keputusan itu, Salam Dahsyat!!!









Tugas Kewirausahaan (Proposal Usaha)

May 10th, 2011 • RelatedFiled Under
Nama : Dwi Ayu Ningsih
NPM : 14609070
Kelas : 2SA01
NAMA USAHA : MIE AYAM RAINBOW

LATAR BELAKANG :
Didasari dengan kebiasaan yang gemar memasak dan mempraktekkan berbagai resep masakan serta pengalaman menikmati berbagai kuliner diluar rumah sehingga terinspirasi untuk membuka usaha. Pada saat perasaan “bosan jadi pegawai” terlintas dipikiran kami, semakin kuat pula inspirasi membuka suatu usaha dimana usahanya bisa membuat orang suka dan mendatangkan uang nantinya. Hal ini dikuatkan dengan adanya respon positif pada setiap makanan yang kami buat dan sajikan untuk acara keluarga, teman, dan kerabat lainnya. Kemundian muncul dibenak kami untuk berjualan Mie Ayam Rainbow dengan alas an karena:
Mie ayam adalah makanan pilihan kedua setelah nasi.
Masih sedikit yang berjualan mie ayam sehat semacam ini.
Semua orang suka makan mie untuk itu, sekalian saja kami membuat mereka makan mie namun tetap sehat.
TUJUAN:
Menyajikan menu mie ayam dan menu lainnya dengan beberapa macam varian warna (bukan pewarna), rasa, dan minuman dengan cita rasa dan kemasan lain daripada yang lain, karena terbuat dari aneka sari buah-buahan. Keunggulan produksi mie kami terletak pada tekstur yang lembut dengan jenis tepung berprotein yang tinggi dan diolah menjadi berbagai macam warna. Mie tanpa bahan pewarna, pengawet dan pengenyal. Jika anda ingin mencoba mie ayam yang berbeda daripada yang lain maka kami bisa merekomendasikan Mie Ayam Rainbow sebagai alternatif pilihan, karena mie nya terbuat dengan campuran jus sayuran seperti jus wortel, bayam ungu, brokoli, dsb. Semua diolah sendiri dari bahan baku segar, terbaik, dan tentunya halal di konsumsi.
LUARAN YANG DIHARAPKAN:
Semua usaha yang diiringi dengan niat baik pasti akan menghasilkan yang baik pula.
Masyarakat menyukai Mie Ayam Rainbow kami.
Dapat selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan pelanggan.
Dapat mengembangkan usaha ini di tempat lain (buka cabang).
Semoga masyarakat berkenan dating untuk mencicipi mie ayam Rainbow kami yang tentu saja sudah kami uji rasanya.
Masyarakat puas dengan inovasi baru mie ayam kami dan datang kembali.
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA:
Lokasi yang mudah ditempuh dari mana saja membuat lokasi ini sangat strategis. Terletak di jalan Ahmad Yani, Bekasi dari terminal Bekasi langsung ke Ahmad Yani kira-kira 10-15 menit dengan menaiki angkutan umum 05A jurusan Kranji dan sebelum perempatan Ahmad Yani, mie ayam Rainbow berada disebelah kiri jalan anda.
Mie Ayam Rainbow yang berada di jalan Ahmad Yani ini menyajikan sajian aneka mie dengan varian warna, rasa dan sehat tentunya. Dijamin saat anda melihat Mie Ayam Rainbow saja sudah menelan air liur anda. Warnanya yang ungu, hijau, kuning, merah, dan orange sudah mengambil posisi tersendiri dibenak anda dan mencium aroma mie nya yang menggoda maka secara otomatis membangkitkan selera makan anda.
Modal
Untuk membuka usaha makanan seperti ini modal yang dibutuhkan lumayan cukup besar, akan tetapi tergantung dari jenis usaha yang akan dibuat apakah bentuk bisnis yang besar atau bisnis yang untuk kalangan bawah. Misalnya dengan menggunakan gerobak keliling. Untuk usaha yang kami buat ini membutuhkan modal sekitar Rp. 25.000.000. dengan modal sebesar itu dapat membeli perlengkapan memasak, peralatan makan seperti piring, garpu, sumpit, serta alat-alat perlengkapan lainnya. Selain itu dengan modal besar ini kita juga dapat membayar untuk penyewaan tempat dan biaya-biaya lainnya.
Pemilihan Tempat
Dalam hal ini tempat harus yang letaknya strategis sehingga bisnis ini dapat berkembang dengan baik.
Pemilihan Karyawan
Dalam pemilihan karyawan harus benar-benar seseorang yang ahli dalam hal memasak karena kalau tidak nanti makanan kita akan kurang enak sehingga hal ini dapat menyebabkan bisnis kita merugi karena banyaknya pengunjung yang tidak suka dan akhirnya bisnis kita ini dapat menjadi bangkrut.
Promosi
Promosi dapat dilakukan dengan cara menyebarkan brosur ke masyarakat disekitar tempat jualan kita. Bila perlu dengan adanya promosi harga yang lebih murah dari harga normalnya untuk menarik perhatian masyarakat.
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT
Konsumsi mie di Indonesia memiliki pasar yang luas karena Indonesia adalah negara pengkonsumsi mie nomor 2 di dunia setelah China.
Berikut Daftar Menu dan Harga “MIE AYAM RAINBOW”
Mie Rainbow Yellow Rp. 11.000
Mie berprotein tinggi terbuat dari sari jagung alami yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sayuran sawi, daun bawang dan kuah kari yang kental dan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Orange Rp. 12.000
Mie berprotein tinggi dengan tekstur lembut terbuat dari sari-sari wortel yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sayuran sawi, daun bawang, irisan cabai hijau dengan kuah kari yang kental dan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Complete Rp. 10.000
Mie berprotein tinggi berwarna hijau yang terbuat dari sari sawi segar yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sayuran sawi, taburan daun bawang dengan siraman kuah kari kental dan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Green Rp. 13.000
Mie berprotein tinggi berwarna hijau yang terbuat dari sayuran brokoli yang disajikan dengan campuran irisan ayam kampung, sayuran sawi, jamur, daun bawang dengan kuah kari yang lezat dilengkapi dengan kerupuk pangsit.
Mie Rainbow Purple Rp. 14.000
Mie berprotein tinggi berwarna ungu yang terbuat dari sari bayam ungu yang disajikan dengan irisan ayam kampung, sawi, jamur, bakso, irisan daun bawang, kuah kari kental dan kerupuk pangsit.











TUGAS KEWIRAUSAHAAN
MARKETING PLAN PERUSAHAAN “BANDENG VAGANZA”
INDAH RUFIATI



1. Analisis situasi (SWOT)

Perusahaan “Bandeng Vaganza” adalah perusahaan makanan yang memproduksi aneka produk makanan dari ikan bandeng (Chanos chanos). Perusahaan “Bandeng Vaganza” awalnya berdiri di Semarang sejak tahun 2000. Seiring dengan kenaikan omzet, perusahaan “Bandeng Vaganza” berencana memperluas pemasaran ke Yogyakarta. Deskripsi perusahaan “Bandeng Vaganza” adalah sebagai berikut :

Kondisi Internal
Kekuatan (Strength)
Perusahaan “Bandeng Vaganza” sangat sukses dan terkenal di Semarang. Lokasi perusahaan “Bandeng Vaganza” yang berada di kawasan pusat perbelanjaan Semarang juga sangat mendukung kemajuan perusahaan ini. Perusahaan “Bandeng Vaganza” mempunyai produk makanan bermutu dengan cita rasa yang khas. Produk yang tersedia antara lain adalah bandeng tanpa duri, bandeng teriyaki, bandeng presto, dan perkedel bandeng. Konsep perusahaan “Bandeng Vaganza” adalah memanjakan konsumen dengan aneka produk makanan dari ikan bandeng yang dapat dipilih sesuai selera konsumen.
Keunggulan produk “Bandeng Vaganza” adalah bahan baku yang berasal dari tempat penghasil bandeng yang baik dan tidak berbau tanah, yaitu dari daerah Juwana, Pati. Bahan baku tersebut dapat diperoleh dengan mudah karena telah mempunyai pemasok tetap.
Yogyakarta merupakan kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Perluasan pemasaran produk “Bandeng Vaganza” ke Yogyakarta diharapkan dapat merebut market share di sektor kuliner. Selain itu, perizinan untuk mendirikan suatu usaha di Yogyakarta juga termasuk mudah.
Manajemen SDM (Sumberdaya Manusia) perusahaan “Bandeng Vaganza” terdiri dari manajer, bagian keuangan, bagian produksi, serta karyawan yang memiliki skill dan etos kerja yang bagus.
Dana yang digunakan untuk memperluas pemasaran berasal dari sebagian omzet yang telah diperoleh selama perusahaan “Bandeng Vaganza” beroperasi di Semarang.
Sarana dan prasarana untuk memperlancar perluasan pemasaran memakai fasilitas yang telah ada di perusahaan Semarang.

Kelemahan (Weakness)
Pemasok tetap apabila mengalami kegagalan panen maka akan berimbas pada proses produksi.
Harga yang ditawarkan oleh perusahaan “Bandeng Vaganza” masih relatif mahal untuk masyarakat Yogyakarta.

Kondisi Eksternal

Peluang (Opportunity)
Sebagai salah satu kota tujuan pariwisata, Yogyakarta merupakan peluang yang bagus untuk mendirikan bisnis pusat oleh-oleh.
Di Yogyakarta belum banyak ditemukan perusahaan yang mengkhususkan dalam memproduksi aneka olahan ikan bandeng, jadi ini merupakan peluang baik untuk memasarkan produk.
Perusahaan “Bandeng Vaganza” memiliki pemasok tetap yang mendukung eksistensi perusahaan. Hal ini jarang dimilki oleh perusahaan yang lain.
Konsumen yang terdapat di Yogyakarta terdiri dari berbagai kalangan, yaitu keluarga, wisatawan, serta pelajar.
Perusahan “Bandeng Vaganza” mempunyai produk yang istimewa sehingga diharapkan dapat menarik konsumen, sehingga produk “Bandeng Vaganza” dapat menggantikan produk-produk yang telah ada sebelumnya.
Pemerintah mengadakan program yang mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi protein ikan, jadi ini peluang yang baik untuk dimanfaatkan “Bandeng Vaganza” dalam memasarkan produk yang sesuai dengan program pemerintah.

Ancaman (Treat)
Masyarakat Yogyakarta memiliki tingkat konsumsi ikan perkapita rendah, jadi ini adalah salah satu hal yang mungkin dapat menghambat proses pemasaran produk “Bandeng Vaganza” pada awalnya.
Yogyakarta adalah salah satu kota pelajar, dan pelajar cenderung memilih produk makanan yang lebih terjangkau daripada produk hasil perikanan yang relative lebih mahal.
Produk makanan yang semakin berkembang mempunyai kemungkinan untuk mengganti produk “Bandeng Vaganza” di waktu yang akan datang.
Produk “Bandeng Vaganza” yang telah sukses mungkin akan membuat perusahaan lain yang akn meniru dan mengekor perusahaan “Bandeng vaganza”
Konsumen yang loyal terhadap produk lama mungkin akan memerlukan waktu untuk memilih berpaling ke produk “Bandeng Vaganza”.

2. Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)
• Meningkatkan kesadaran konsumen akan keberadaan produk (barang) dan/atau jasa yang ditawarkan perusahaan “Bandeng Vaganza” di kalangan khalayak atau pasar sasaran di Yogyakarta.
• Menimbulkan kepuasan bagi konsumen terhadap produk maupun pleyanan perusahaan “Bandeng Vaganza” sehingga konsumen akan melakukan pembelian ulang yang akan menimbulkan pemasaran produk tersebut mencapai sasaran.
• Memperluas penguasaan market share di Yogyakarta.
• Menjadi market leader dalam produk makanan dari ikan.
3. Strategi Inti (Core Strategy)

1. Product
Produk terdiri dari bandeng tanpa duri, bandeng teriyaki, bandeng presto, dan perkedel bandeng. Semua produk diolah dari bahan baku bermutu, ditangani secara higienis dan diolah dengan bumbu khusus sehingga menghasilkan aneka produk makanan dari ikan bandeng yang lezat, bergizi, dan tahan lama. Produk “Bandeng Vaganza” mempunyai kandungan protein dan omega 3 yang sangat berguna bagi tubuh. Semua produk dikemas dengan baik supaya tampilannya dari luar meyakinkan dan menarik konsumen untuk membeli. Packing yang bagus juga dapat menjadi nilai plus produk “Bandeng Vaganza” dari aspek prestise. Konsumen membeli produk dengan tujuan untuk memuasakan needs dan wants nya, jadi dengan membeli produk “Bandeng Vaganza”, konsumen tidak hanya mendapatkan makanan yang bergizi untuk dikonsumsi, tetapi konsumen juga mendapatkan sesuatu yang lain, yaitu berupa prestise yang mencerminkan gaya hidup (life style).

No. Jenis Produk Spesifikasi Harga@kemasan Target Market
1. Bandeng tanpa duri Ikan bandeng dibersihkan durinya, lalu diolah supaya berteksur crispy. Rp.35.000,- Masyarakat middle-up, wisatawan.
2. Bandeng teriyaki Ikan bandeng diolah dengan bumbu teriyaki. Rp.15.000,- Masyarakat umum, pelajar, wisatawan.
3. Bandeng presto Ikan bandeng diolah dengan tekanan dan suhu tertentu secara vakum. Rp.30.000,- Masarakat middle-up, wisatawan.
4. Perkedel bandeng Daging ikan bandeng dihaluskan, dicampur dengan tepung dan bumbu. Rp.5.000,- Masyarakat middle-low, pelajar.

2. Price
Harga setiap produk berbeda, sesuai dengan spesifikasi masing-masing. Harga yang bervariasi merupakan bentuk market segmentation. Harga yang diesuaikan dengan target pasar adalah strategi untuk mendapatkan perhatian dari konsumen dengan berbagai latar belakang status sosial dan ekonomi.
Produk dengan harga tinggi adalah produk yang dipasarka untuk orang kaya. Juga perusahaan “Bandeng Vaganza” mengharapkan laba yang besar.
Produk dengan harga rendah (penetration price) adalah produk yang dipasarkan dengan tujuan untuk meneroboskan produk masuk pasar.

3. Promotion
Perusahaan “Bandeng Vaganza” akan memperkenalkan produk melalui bantuan media. Media yang dipakai adalah berupa pamflet atau katalog yang berisi daftar aneka produk dengan spesifikasi dan keunggulan masing-masing yang disebarkan ke konsumen di beberapa tempat strategis yang menjadi sasaran pemasaran. Media promosi yang lain adalah dengan mengiklankan produk di televisi lokal supaya target pemasaran di Yogyakarta dapat dicapai. Promosi juga akan dilakukan oleh “Bandeng Vaganza” dengan membuat billboard di tempat-tempat yang strategis, sehingga orang dapat melihat berulang-ulang dan menjadi tertarik untuk mencoba. Perusahaan “Bandeng Vaganza” juga menggunakan public relation atau publicity untuk memberikan citra yang baik dari masyarakat terhadap perusahaan dengan mengundang wartawan untuk berkunjung ke perusahaan dan memberikan wawancara supaya berita-berita perusahaan dimuat di media massa tanpa pembayaran. Selanjutnya, promosi diharapkan berasal dari konsumen yang merasa puas sehingga menyebarkan info produk dari mulut ke mulut.
Tujuan dari periklanan (advertising objectives) produk “Bandeng Vaganza” adalah untuk memberi informasi kepada konsumen tentang produk yang dipasarkan, serta membujuk konsumen bahwa produk “Bandeng Vaganza” menawarkan mutu terbaik bagi uang yang akan mereka keluarkan untuk membelinya.

4. Place
Pada awalnya perusahaan “Bandeng Vaganza” akan berlokasi di pusat kota Yogyakarta. Selanjutnya akan mendistribusikan produk ke pusat-pusat perbelanjaan dan tempat-tempat pariwisata. Distribusi dilakukan sebaik mungkin supaya konsumen merasa dekat dengan produk “Bandeng Vaganza” serta dapat menemukannya dengan mudah.

5. Custumer Satisfaction
Perusahaan “Bandeng Vaganza” akan mengutamakan pelanggan untuk menjaga kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan. Untuk mewujudkan perusahaan “Bandeng Vaganza” melakukan integrated marketing, yaitu keterpaduan diantara para karyawan dan manajer secara bersama-sama memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen.
Pemilik perusahaan akan membenahi dan mendidik para karyawan agar semua mempunyai arah, sikap, sasaran untuk memuaskan konsumen.

6. Innovative
Perusahaan “Bandeng Vagnza” akan membuat inovasi-inovasi baru dengan melakukan riset tentang keinginan konsumen yang selalu berubah. Inovasi yang dilakukan juga termasuk dengan mengembangkan produk untuk mencegah kebosanan konsumen. Dalam mengembangkan produk harus ada ide yang disaring dan dikembangkan untuk membuat produk percobaan yang akan diuji di pasar. Apabila inovasi dan pengembangan produk tersebut berhasil dipasarkan, maka produk akan diproduksi dalam jumlah banyak.

7. Market Intelligent
Perusahaan “Bandeng Vaganza” mengumpulkan berbagai informasi pemasaran. Perusahaan harus mempunyai data yang merupakan system informasi pemasaran yang sangat dibutuhkan oleh bagian pemasaran. Sistem informasi merupakan kegiatan orang-orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi secara tepat dan akurat untuk digunakan sebagai pertimbanagn untuk mengambil keputusan pemasaran.
Informasi pemasaran dapat diperoleh dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan.
Perusahaan “Bandeng vaganza” akan melakukan intelijen pasar dengan mencari informasi dari surat kabar, majalah bisnis, internet, wawancara dengan konsumen, pemasok, serta mengamati kegiatan yang dilakukan oleh pesaing, dan sebagainya.

4. Jadwal Pelaksanaan (Action Plan)

No. Mulai Selesai Kegiatan Penanggung Jawab Keterangan
1. 12 Mei 2008 19 Mei 2008 Survey lokasi dan riset pemasaran. Manajer Mencari lokasi strategis dan berpotensi sebagai lokasi usaha untuk memperluas pemasaran produk.
2. 20 Mei 2008 25 Mei 2008 Negosiasi harga sewa lokasi dan bangunan. Manajer dan Bagian keuangan Menego harga yang sesuai dengan lokasi yang disewa
3. 25 mei 2008 26 Mei 2008 Pembayaran sewa Bagian keuangan Membayar sewa selama jangka satu tahun kedepan
4. 27 Mei 2008 27 Juni 2008 Pemugaran Manajer dan bagian keuangan Mempersiapkan lokasi supaya menjadi tempat yang representatif untuk memperluas pemasaran.
6. 5 juli 2008 7 Juli 2008 Launching produk Bagian pemasaran Memperkenalkan produk Bandeng Vaganza kepada target pemasaran dengan berbagai teknik promosi.
7. 10 Juli 2008 Penjualan produk Bagian pemasaran Mulai menjual produk “Bandeng Vagnza”

5. Anggaran Pemasaran (Marketing Budget)

No. Kegiatan Budget
1. Survey lokasi dan riset pemasaran Transport=Rp.500.000,-
Akomodasi+Konsumsi=Rp.150.000,-/hari X 7 hari=Rp.1.050.000,-
2. Negosiasi harga sewa lokasi dan bangunan Transport=Rp.100.000,-
Akomodasi+konsumsi sehari=Rp.200.000,-
3. Pembayaran Sewa setahun=Rp.30.000.000,-
4. Pemugaran Desain Interior=Rp.15.000.000,-
6. Launching produk dengan berbagai teknik promosi Rp. 10.000.000,-
7. Lain-lain Rp.1.500.000,-

6. Kontrol (Control)

Melakukan pengawasan dengan membaca laporan-laporan tertulis dari pelaksanaan ataupun hasil observasi. Apabila ditemukan penyimpangan atau kendala dalam pelaksanaan, maka akan diambil tindakan perbaikan.